ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 Negara Bersaing pada Kejuaraan Pentatlon Modern Asia Tenggara

Selasa, 13 Mei 2025 | 06:03 WIB
OW
JS
Penulis: Olena Wibisana | Editor: JAS
Atlet tengah mengikuti nomor menembak dalam Kejuaraan Pentatlon Modern Asia Tenggara atau Modern Pentathlon South East Asian Championship di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta.
Atlet tengah mengikuti nomor menembak dalam Kejuaraan Pentatlon Modern Asia Tenggara atau Modern Pentathlon South East Asian Championship di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Sleman, Beritasatu.com - Tujuh negara ikut dalam Kejuaraan Pentatlon Modern Asia Tenggara atau Modern Pentathlon South East Asian Championship di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta. 

Pertandingan bergengsi yang digelar mulai 12 hingga 14 Mei 2025 ini diikuti oleh 76 atlet dari 7 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Timor Leste.

Indonesia mengirimkan 51 atlet dalam kejuaraan ini, termasuk 12 atlet pelatnas. Sementara 25 atlet lainnya berasal dari luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Para atlet pentatlon ini akan bertanding selama empat hari. Harapannya nanti Indonesia kembali mendapat juara umum pada SEA Games di Thailand, Desember mendatang," kata Ketua Umum Modern Pentathlon Indonesia (MPI), Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Wibowo kepada Beritasatu.com, Senin (12/5/2025).

Terdapat tiga nomor yang dilombakan, yakni laser run, biathle, dan triathle. Sedangkan kategori yang dilombakan U-17, U-19, junior, senior, dan estafet campuran. Diharapkan ajang ini menjadi persiapan para atlet Indonesia untuk mempertahankan juara umum SEA Games pada Desember 2025 mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menilai kegiatan ini cukup luar biasa karena Indonesia dipercaya menyelenggarakan kejuaraan ini. Diharapkan event ini menjadi latihan persiapan para atlet Indonesia menghadapi SEA Games.

“Kami berharap atlet Indonesia tidak hanya berlatih terus, tetapi juga mengikuti perlombaan, event ini sebagai persiapan menghadapi SEA Games di Thailand,” kata Raden Isnanta.

Sementara itu, atlet pentatlon modern Indonesia Graha Rizky Taruna mengaku melakukan latihan rutin sebelum mengikuti pertandingan dengan mengasah kemampuan di lima cabor yaitu anggar, renang, obstaikel, lari dan menembak. Walupun memgalami banyak kesulitan, tetapi atlet Indonesia mampu bersaing dengan atlet dari negara lain.

"Hasil pertandingan sangat memuaskan, pada lap terakhir kita bisa mengalahkan atlet Vietnam, untuk persiapan awalnya itu di lima cabor yaitu anggar, renang, obstaikel, lari, dan menembak, kesulitannya pada hari ini dalam kondisi demam namun masih bisa bersaing," kata Graha Rizky Taruna.

Dalam cabang pentatlon modern, Indonesia pernah menjadi juara umum SEA Games pada 2019 dengan memperoleh empat emas. Tim Merah Putih diharapkan bisa mempertahankan gelar juara umum dalam kejuaraan multicabang ini pada Desember 2025 mendatang di Thailand.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon