ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Novak Djokovic Catat Sejarah 100 Gelar, Sejajar Federer dan Connors

Minggu, 25 Mei 2025 | 12:51 WIB
BW
A
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka, Antara
Editor: BW
Petenis Serbia Novak Djokovic berpose dengan trofi setelah pertandingan final tenis ATP 250 Geneva Open melawan Hubert Hurkacz dari Polandia, di Jenewa, Swiss, Sabtu, 24 Mei 2025.
Petenis Serbia Novak Djokovic berpose dengan trofi setelah pertandingan final tenis ATP 250 Geneva Open melawan Hubert Hurkacz dari Polandia, di Jenewa, Swiss, Sabtu, 24 Mei 2025. (AP/Martial Trezzini)

Jakarta, Beritasatu.com – Novak Djokovic kembali menorehkan prestasi luar biasa dalam dunia tenis. Petenis Serbia tersebut resmi menjadi bagian dari klub eksklusif yang berisi legenda tenis Jimmy Connors dan Roger Federer, setelah meraih gelar ke-100 dalam karier profesionalnya.

Novak Djokovic mencapai tonggak bersejarah itu seusai menaklukkan Hubert Hurkacz di final Gonet Geneva Open. Ia kini sejajar dengan Connors (109 gelar) dan Federer (103 gelar) sebagai tiga petenis putra di era Open yang sukses meraih minimal 100 gelar turnamen ATP.

Gelar pertama Novak Djokovic diraih pada 2006 di Amersfoort, saat mengalahkan Nicolas Massu di final. Massu kini menjadi pelatih Hurkacz. Sejak itu, Djokovic terus mendominasi dunia tenis selama hampir dua dekade.

ADVERTISEMENT

Tak hanya mencapai 100 gelar, Djokovic juga mencetak rekor sebagai petenis putra pertama di era Open yang mampu mengangkat trofi dalam 20 musim berbeda. Pada usia 38 tahun, ia juga tercatat sebagai pemenang tertua sepanjang sejarah turnamen Jenewa.

Pada 2023 menjadi salah satu musim terbaiknya, dengan tujuh gelar termasuk Grand Slam ke-24 dan ATP Finals ketujuh. Ia nyaris menyempurnakan Calendar Grand Slam, sebelum dikalahkan Carlos Alcaraz di final Wimbledon.

Namun, 2024 membawa tantangan baru. Cedera lutut memaksanya mundur dari perempat final Roland Garros dan harus menjalani operasi. Meski demikian, Djokovic berhasil bangkit dan kembali tampil di final Wimbledon, serta meraih medali emas Olimpiade Paris.

Setelah itu, Djokovic mengalami serangkaian kekalahan di turnamen besar, seperti Doha, Indian Wells, Monte Carlo, dan Madrid. Dua peluang emas menuju gelar ke-100 juga sempat sirna ketika ia kalah dari Jannik Sinner di final Shanghai dan Jakub Mensik di final Miami Open.

Namun dengan kemenangan di Jenewa, Novak Djokovic menunjukkan bahwa semangat juangnya belum padam. Kini, ia menatap grand slam ke-25 dengan penuh keyakinan.

Novak Djokovic dijadwalkan mengawali kampanyenya di Roland Garros dengan menghadapi petenis Amerika Serikat, Mackenzie McDonald, pada Senin (26/5/2025) pukul 16.00 WIB.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jannik Sinner Makin Menggila, Tinggal Selangkah Samai Rekor Djokovic

Jannik Sinner Makin Menggila, Tinggal Selangkah Samai Rekor Djokovic

SPORT
Comeback Spektakuler! Draper Kalahkan Novak Djokovic di Indian Wells

Comeback Spektakuler! Draper Kalahkan Novak Djokovic di Indian Wells

SPORT
Kalahkan Djokovic, Alcaraz Juara Australian Open 2026

Kalahkan Djokovic, Alcaraz Juara Australian Open 2026

SPORT
Djokovic vs Alcaraz: Sejarah Menanti di Final Australian Open 2026

Djokovic vs Alcaraz: Sejarah Menanti di Final Australian Open 2026

SPORT
Ke Final Australian Open Saat 38 Tahun, Djokovic: Ini Seperti Mimpi

Ke Final Australian Open Saat 38 Tahun, Djokovic: Ini Seperti Mimpi

SPORT
Peluang Terbuang, Sinner: Kekalahan dari Djokovic Terasa Menyakitkan

Peluang Terbuang, Sinner: Kekalahan dari Djokovic Terasa Menyakitkan

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon