Kejutan! Guru Magang dan Tukang Cukur Bawa Auckland Hancurkan Boca
Rabu, 25 Juni 2025 | 09:49 WIB
Wellington, Beritasatu.com – Tim amatir asal Selandia Baru, Auckland City FC, membuat kejutan besar pada ajang Piala Dunia Antarklub FIFA dengan menahan imbang 1-1 klub raksasa Argentina, Boca Juniors, Rabu (25/6/2025) waktu setempat. Gol penyeimbang Auckland ke gawang Boca Juniors itu dicetak oleh Christian Gray, seorang guru magang di Mt Roskill Intermediate School, Auckland.
Guru magang Christian Gray berhasil menyambut umpan sepak pojok dari Jerson Lagos, yang berprofesi sebagai tukang cukur, untuk menyamakan kedudukan melawan klub legendaris yang pernah dibela Diego Maradona.
Hasil ini mendapat perhatian luas karena sebelumnya Auckland City dibantai oleh dua klub besar Eropa, yaitu Bayern Munchen (0-10) dan Benfica (0-6). Kekalahan telak itu sempat memicu kritik atas keputusan FIFA yang mengikutsertakan tim amatir dari Oseania, konfederasi terkecil dalam sepak bola dunia, dalam turnamen bergengsi ini.
Boca Juniors pun hancur di Piala Dunia Antarklub 2025. Klub asal Argentina ini gagal melangkah ke babak berikutnya.
Bahkan media lokal New Zealand Herald menilai tim telah merusak reputasi 20 tahun mereka di kompetisi FIFA. Namun, hasil imbang melawan Boca Juniors langsung mengubah narasi tersebut.
Presiden FIFA Gianni Infantino turut hadir menyaksikan langsung laga ini di Nashville, Amerika Serikat, dan memberikan apresiasi atas semangat juang Auckland City.
"Perjalanannya berat, hasil-hasil sebelumnya sulit. Namun, saya senang untuk tim ini. Kami layak mendapat sedikit rasa hormat kembali," ujar Gray seusai laga.
Gray menambahkan, skuad Auckland City sangat mengandalkan relawan dan tidak memiliki dana besar seperti klub-klub profesional lainnya. "Kami tidak punya banyak uang, jadi saya senang mereka bahagia," ucapnya.
Meski sepak bola bukan olahraga utama di Selandia Baru yang dikenal sebagai negeri rugby, hasil imbang ini menjadi sorotan media nasional.
Radio New Zealand (RNZ) menyebut hasil ini sebagai “menakjubkan,” berkat aksi heroik Gray dan pertahanan tim yang penuh semangat.
New Zealand Herald bahkan menyebutnya “bersejarah” dan “luar biasa”. Dalam ulasannya, mereka menulis, skuad yang terdiri dari agen properti, guru, sales, teknisi, dan mahasiswa ini mungkin hanya berharap bisa memberi perlawanan. Namun, mereka benar-benar melakukannya, melawan segala kemungkinan.
Situs berita Stuff.co.nz menggambarkan Auckland City sebagai “unggulan terbawah” yang berhasil menghadapi salah satu klub paling disegani di Amerika Selatan.
Sementara itu, Television New Zealand (TVNZ) yang sebelumnya menyebut dua kekalahan awal Auckland sebagai “memalukan”, kini menyebut hasil melawan Boca Juniors sebagai aksi “heroik”.
Sayangnya, momen mengejutkan ini bisa jadi tak akan terulang. Ke depan, wakil Oseania dalam Piala Dunia Antarklub akan berasal dari klub profesional, bukan lagi tim amatir seperti Auckland City.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




