Pemilik Lyon John Textor Mundur dari Manajemen Seusai Terdegradasi
Minggu, 29 Juni 2025 | 10:15 WIB
Philadelphia, Beritasatu.com – Pengusaha asal Amerika Serikat, John Textor, berencana mundur dari manajemen harian klub sepak bola Olympique Lyonnais setelah klub tersebut dipastikan terdegradasi ke Ligue 2. Keputusan pemilik Lyon ini diambil menyusul pertemuan dengan DNCG, badan pengawas keuangan sepak bola Prancis, pekan ini.
Textor, yang memiliki Lyon melalui perusahaannya Eagle Football Group, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan TV Globo Brasil, Sabtu (28/6/2025), tak lama sebelum klub Brasil miliknya, Botafogo, kalah 0-1 dari Palmeiras di Piala Dunia Antarklub.
Lyon secara provisional dinyatakan terdegradasi oleh DNCG pada November lalu akibat masalah keuangan, dan konfirmasi resmi baru keluar Selasa lalu. Textor menyatakan klub akan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan menegaskan posisi keuangan Lyon masih kuat meski ada keputusan degradasi.
“Saya akan bilang bahwa kami sangat kuat secara modal di Prancis,” ujar Textor.
“Jelas saya lebih ahli di lapangan daripada mengurus politik sepak bola di Prancis. Saya rasa itu sudah diketahui banyak pihak. Proses ini bagi saya sebagai kapitalis Amerika, adalah penyesuaian terhadap sistem tersebut,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kini fokusnya akan lebih ke tanggung jawab yang lebih luas di Eagle Football Group, yang juga membawahi Botafogo dan sebelumnya memiliki 43% saham di klub Inggris Crystal Palace yang baru saja dijual.
“Saya akan banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi Eagle Global dan kembali sedikit lebih intens ke Botafogo,” jelas Textor.
“Saya punya mitra yang sangat baik di Eagle Football Group yang akan memimpin dalam menangani beberapa masalah yang selama ini saya kurang mahir urus,” sambungnya.
Meski Lyon terdegradasi, Textor menyoroti prestasi klub baru-baru ini, termasuk lolos dua kali berturut-turut ke Liga Europa, serta meyakinkan para pendukung bahwa kondisi finansial klub masih sehat.
“Kami belum pernah memiliki likuiditas kas sebesar sekarang. Namun ada hal-hal dalam proses yang saya lakukan yang mengecewakan otoritas di sana dan perlu diperbaiki,” ujar Textor.
“Kami lulus dalam evaluasi keberlanjutan finansial UEFA, yang merupakan proses cukup komprehensif. Jadi kegagalan di Prancis lebih berkaitan dengan beberapa elemen spesifik yang saya bawa dan seharusnya bisa saya perbaiki,” tambahnya.
Textor juga menyinggung kemungkinan akuisisi klub baru di Inggris sebagai pengganti saham Crystal Palace.
“Kami memiliki strategi di Inggris untuk mencari klub baru. Apa yang akan kami beli? Apa kemitraannya? Karena kolaborasi antar klub ini yang membuat kami sukses selama ini,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




