ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Domino Menpora Cup 2025 di Luwu Pecahkan Rekor

Kamis, 10 Juli 2025 | 11:39 WIB
MA
BW
Penulis: MUH FAJRIN ABDILLAH | Editor: BW
Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Luwu, Sulawesi Selatan, diikuti 3.600 atlet dari 12 provinsi.
Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Luwu, Sulawesi Selatan, diikuti 3.600 atlet dari 12 provinsi. (Beritasatu.com/Muh Fajrin)

Luwu, Beritasatu.com – Sebanyak 3.600 atlet domino dari 12 provinsi di Indonesia memadati Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dalam ajang Turnamen Domino Menpora RI Cup 2025, Sabtu (5/7/2025). Turnamen ini tidak hanya memecahkan rekor sebagai kompetisi domino terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menghapus stigma negatif bahwa permainan domino identik dengan perjudian.

Turnamen Domino Menpora Cup 2025 membuktikan bahwa domino kini telah menjadi olahraga otak yang menguji ketangkasan berpikir, strategi, serta kekompakan tim. Perhelatan ini menjadi panggung resmi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan yang dulu hanya akrab di warung kopi dan pos ronda.

Leny, salah satu peserta asal Kota Medan, menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam turnamen ini berawal dari hobi yang ingin dikembangkan secara serius.

ADVERTISEMENT

“Saya sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Selama dua minggu terakhir, saya rutin berlatih agar bisa tampil maksimal di turnamen ini,” ujar Leny.

CEO KTC Higgs Games Island (HGI) Roy mengungkapkan alasan pihaknya menjadi sponsor turnamen ini. Menurutnya, kompetisi domino sangat menyenangkan dan menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah.

“Domino bukan soal keberuntungan, tetapi soal bakat, strategi, dan kerja sama. Kami ingin domino berkembang sebagai cabang olahraga profesional, bahkan bisa sampai ke level internasional,” jelas Roy.

Ia juga menambahkan, saat ini Indonesia memiliki jumlah pemain domino terbesar di dunia. Oleh karena itu, HGI berkomitmen untuk terus menyelenggarakan turnamen serupa di masa depan.

Ketua Umum PB Pordi Andi Jamaro Dulung mengatakan, semangat dan aturan yang diterapkan dalam turnamen ini membuat para peserta bermain dengan penuh sportivitas.

“Kami berharap domino terus berkembang dan diakui sebagai cabang olahraga resmi di Indonesia,” tegasnya.

Turnamen ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pordi, dan HGI. Format yang digunakan adalah sistem turnamen profesional yang kompetitif dan modern.

Yang menarik, turnamen ini tidak hanya didominasi oleh peserta pria, tetapi juga diikuti oleh banyak peserta perempuan dari berbagai kalangan dan usia.

Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp 300 juta. Panitia pun telah menyiapkan kejutan untuk turnamen berikutnya, dengan hadiah fantastis senilai Rp 1 miliar.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon