Indonesia vs Malaysia: Vanenburg Ingin Sapu Bersih Kemenangan
Senin, 21 Juli 2025 | 18:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Timnas U-23 Indonesia akan kembali berlaga dalam pertandingan ketiga Grup A ASEAN U-23 Championship 2025 melawan Malaysia, Senin (21/7/2025) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Laga ini menjadi penentu langkah skuad Garuda Muda ke babak semifinal sekaligus ajang pembuktian konsistensi dari proses yang telah mereka bangun sejak pertandingan perdana.
Setelah meraih dua kemenangan meyakinkan atas Brunei Darussalam dan Filipina, pasukan asuhan Gerald Vanenburg kini menghadapi lawan tangguh yang juga rival klasik di kawasan Asia Tenggara.
Menjelang laga terakhir fase grup, Indonesia memuncaki klasemen dengan enam poin. Malaysia dan Filipina sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi Malaysia unggul dalam selisih gol. Situasi ini menjadikan laga kontra Malaysia sangat krusial.
“Ya, saya ingin menang di setiap pertandingan, termasuk melawan Malaysia. Saya tidak tahu siapa lawan berikutnya, tetapi kami akan berjuang untuk itu,” ujar Vanenburg dalam sesi latihan tim di Jakarta, Minggu (20/7/2025).
Di sisi lain, Malaysia datang dengan rasa percaya diri yang sedikit goyah seusai dikalahkan Filipina. Namun, mereka bangkit di laga kedua dengan mencukur Brunei 7-1. Pelatih Nafuzi Zain menyoroti masalah penyelesaian akhir saat kekalahan perdana, meski timnya mendominasi.
“Melihat dua pertandingan Indonesia di fase grup, jelas mereka tim yang sangat bagus. Individu pemainnya punya kualitas luar biasa, terutama dalam kecepatan dan kekuatan fisik,” ujar Nafuzi.
Ia juga memuji kedewasaan para pemain Garuda Muda yang tampil di Liga 1, yang dianggap memberi pengaruh besar pada permainan timnas.
Rivalitas Indonesia-Malaysia dipastikan menambah tensi laga. Dalam lima pertemuan terakhir di level U-23, Malaysia unggul tipis 3-2, termasuk kemenangan 2-1 pada semifinal edisi 2023.
Malaysia kemungkinan akan bermain lebih agresif dengan skema 4-4-2 dan mengandalkan serangan balik cepat. Pemain seperti Fergus Tierney dan Haqimi Azim dinilai dapat merepotkan pertahanan Indonesia.
Indonesia berada di posisi lebih nyaman, karena hasil imbang bisa cukup untuk lolos, bergantung pada selisih gol. Namun, dengan sistem satu juara grup langsung ke semifinal dan hanya satu runner-up terbaik yang lolos, kemenangan adalah jaminan pasti.
Sebagai tuan rumah ASEAN U-23 untuk pertama kalinya, Indonesia membawa beban ekspektasi publik. Namun, tekanan itu juga menjadi motivasi ekstra untuk tidak membiarkan trofi jatuh ke tangan negara lain.
Jika mampu menaklukkan Malaysia, Garuda Muda bukan hanya mengamankan tiket semifinal, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai kandidat kuat juara, seperti yang mereka capai pada 2019 di Kamboja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




