Kemenpora: Petinju Pelatnas Harus Miliki Mental Juara
Senin, 28 Juli 2025 | 07:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong petinju pelatnas memiliki mental juara yang kuat. Mereka dipilih bakal dipilih dari hasil Seleksi Nasional (Seleknas) Tinju Piala Menpora 2025 yang baru saja berakhir di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Seleknas tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Pemerintah melalui Kemenpora berharap kejuaraan ini dapat memunculkan bakat-bakat potensial dan memperkuat regenerasi atlet tinju nasional.
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono menilai kualitas para petinju yang tampil di seleknas sudah bagus, tetapi masih harus ditingkatkan lagi. Dari hasil seleknas akan dipilih petinju berkualitas yang bakal menjadi penghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk dipersiapkan menghadapi event internasional termasuk SEA Games Thailand 2025.
Tidak hanya itu saja, kata Surono, mereka yang terpilih akan menjalani seleksi secara ketat termasuk dari segi psikologisnya untuk melihat petinju mana yang termasuk petarung dan memiliki mental juara.
“Kita akan mencari petinju petarung yang bermental juara bukan kaleng-kaleng,” katanya pada Minggu (27/7/2025).
Menurutnya, mereka yang terpilih dalam pelatnas akan dikirim ke luar negeri untuk menjalani training camp (TC) dalam menghadapi SEA Games Thailand 2025 nanti.
“Kalau latihan di sini sudah tidak mungkin lagi kita bisa mengalahkan Thailand dan Filipina. Makanya, kita harus cari negara mana yang menjadi tempat TC. Salah satu pilihannya Uzbekistan yang juara umum pada Olimpiade Paris 2024 itu,” ujarnya.
“Kalau bisa TC di Uzbekistan, kita akan kirim mereka untuk persiapan program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dari dulu kan petinju Indonesia itu bisa bersaing di tingkat internasional dari kelas-kelas tertentu yang berat badannya banyak di Indonesia. Yaitu kelas di bawah 80 kg,” tambahnya.
Tentang adanya usulan merekrut pelatih asal Kuba yang menangani Timnas Tinju Indonesia, Surono mengemukakan, akan dijajaki. “Selama pelatih itu bisa membuat atlet-atlet Indonesia juara, khususnya lolos ke olimpiade, kenapa tidak?,” ungkapnya.
Terkait persiapan menuju SEA Games Thailand 2025, Surono memastikan akan ada TC maupun try out ke luar negeri. “Pasti ada try out. Apakah di kawasan ASEAN, Asia atau Eropa tidak masalah. Dari sini, kita bisa mengecek apakah atlet itu sudah siap untuk bertanding atau belum. Atau bisa untuk mengecek potensi-potensi lawan yang akan dihadapi di SEA Games nanti. Biar kita mengetahui kekuatannya,” tuturnya.
Sedangkan untuk kuota petinju yang akan dipanggil ke Pelatnas, Surono menegaskan, masih akan dicek kelas-kelas yang memiliki peluang untuk bersaing dan merebut medali. “Jadi tidak harus semuanya. Yang penting bukan full team atau tidak tetapi mana yang punya peluang itulah yang diprioritaskan,” tutupnya.
Pada Seleknas ini tampil 98 petinju dari seluruh Indonesia yang bertarung di sembilan kelas putra dan delapan putri. Tim Tinju Jawa Barat (Jabar) muncul sebagai juara umum dengan merebut lima medali emas. Kelima emas Jabar dipersembahkan oleh Alfianta Kartika Monopo (kelas bantam/54 kg) putri, Yuliana Pudi kelas (bulu/57 kg) putri, Elizer Gonzales (welter ringan/63,5 kg), Alfino Caesar (menengah/75 kg), dan Maikhel Roberrd Nuskita (berat ringan /80 kg).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




