Gugur pada Kejuaraan Dunia BWF, Sabar/Reza Pertanyakan Aturan Servis
Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Ishafani, mengaku heran dengan standar penilaian servis setelah tersingkir dramatis di babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB.
Pasangan unggulan kedelapan itu dipaksa menyerah dari duet Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard, melalui laga ketat tiga gim dengan skor 18-21, 21-18, dan 24-26.
“Kami biasa kena fault di turnamen, tetapi kali ini sampai lima atau enam kali. Yang paling krusial di poin setting, padahal servis kami pendek, bukan flick,” ujar Reza dalam keterangan resmi PBSI.
Menurut Reza, keputusan tersebut membingungkan karena pola servis mereka selama ini tidak pernah menjadi masalah. “Jadi bingung juga, sebenarnya standar BWF seperti apa. Dari dulu servis kami selalu sama,” tambahnya.
Sabar mengakui kekalahan ini terasa pahit karena menjadi debut mereka pada Kejuaraan Dunia. Selain faktor fault, ia menyebut kesalahan sendiri turut memengaruhi hasil laga. “Kami sempat unggul di gim ketiga, tetapi ada momen buru-buru dan salah kontrol bola. Reza juga sempat tertarik otot paha di akhir laga,” ungkap Sabar.
Reza menambahkan, cedera paha sebenarnya sudah dialaminya sebelum keberangkatan ke Paris, tetapi kambuh saat poin-poin akhir setelah gerakan memaksa. “Hari ini lawan bermain konsisten dan bisa mengikuti perubahan pola kami,” ujarnya.
Meski kecewa, Sabar/Reza berharap penerapan aturan servis lebih konsisten agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




