Berniat Bawa Jenazah Ayah ke Belgia, Lukaku Akui Alami Pemerasan
Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Striker Napoli dan Timnas Belgia, Romelu Lukaku, membuat pengakuan mengejutkan dengan menyebut dirinya dan sang adik, Jordan Lukaku, menjadi korban pemerasan setelah pihak tertentu menolak menyerahkan jenazah ayah mereka untuk dimakamkan di Belgia.
Dalam pernyataan emosional yang diunggah di akun Instagram-nya, Lukaku mengungkapkan ia dan saudaranya tidak dapat memakamkan sang ayah, Roger Lukaku, di tanah kelahiran mereka karena jenazah almarhum ditahan di Republik Demokratik Kongo.
Roger Lukaku, mantan pesepak bola asal Zaire sekarang Republik Demokratik Kongo) yang menutup kariernya di Belgia, meninggal dunia pada 28 September 2025 dalam usia 58 tahun.
“Kami telah berencana menggelar pemakaman pada Jumat (10/10/2025) ini, tetapi karena keputusan tertentu yang dibuat di Kinshasa, pemakaman akhirnya akan dilaksanakan di sana,” tulis Romelu.
“Kami berusaha sekuat tenaga untuk membawa jenazah ayah kami kembali ke Eropa, tetapi kami merasa telah menjadi korban pemerasan oleh beberapa pihak. Bila ayah masih hidup, ia tidak akan pernah menerima hal seperti ini,” lanjutnya.
Pemain berusia 32 tahun itu menambahkan, keputusan tersebut membuatnya dan Jordan, yang kini bermain untuk Lazio, tak bisa memberikan penghormatan terakhir bagi sang ayah. “Hati kami hancur karena tidak bisa memakamkan ayah dengan layak. Namun, rupanya ada orang-orang yang tidak menginginkannya,” kata Lukaku.
“Kini kami mengerti mengapa ayah dulu sering menjauhkan kami dari banyak orang. Tuhan memberkati jiwamu, Ayah,” pungkasnya dalam unggahan tersebut.
Lukaku tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang disebut telah menahan jenazah atau memeras mereka. Namun, pernyataan itu memicu simpati luas dari para penggemar dan komunitas sepak bola Belgia.

Klub lamanya, RSC Anderlecht, memberikan penghormatan kepada Roger Lukaku dengan menampilkan foto sang legenda di layar stadion dalam pertandingan melawan Standard Liege awal Oktober 2025.
Sebelumnya, Romelu juga mengunggah foto kenangan masa kecil bersama ayahnya disertai pesan menyentuh.
“Terima kasih telah mengajarkan segala hal yang aku tahu. Aku selamanya berterima kasih dan menghargaimu. Hidup tidak akan pernah sama tanpa dirimu. Kau selalu melindungi dan membimbingku seperti tak ada yang lain bisa. Rasa sakit dan air mata ini begitu besar, tapi aku yakin Tuhan akan memberiku kekuatan untuk bangkit kembali. Merci pour tout, Roger Menama Lukaku, Vieux Roy. Mon Papa,” tulis mantan striker Manchester United ini.
Roger Lukaku mengawali karier profesionalnya bersama Vita Club di Kongo sebelum bergabung dengan Africa Sports d’Abidjan di Pantai Gading. Pada 1990, ia hijrah ke Belgia dan memperkuat beberapa klub seperti Boom, Seraing, Germinal Ekeren, Mechelen, dan Oostende, serta sempat berkarier singkat di Turki bersama Genclerbirligi.
Kini, di tengah duka mendalam, Romelu dan Jordan Lukaku hanya bisa pasrah dengan keputusan otoritas di Kinshasa, berharap sang ayah mendapatkan tempat peristirahatan yang layak di tanah kelahirannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




