Profil Frank de Boer yang Dirumorkan Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rumor mengenai Frank de Boer yang akan melatih Timnas Indonesia semakin mencuat di kalangan publik sepak bola Tanah Air.
Isu ini mulai ramai setelah Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia Simon Tahamata, mengunggah foto kebersamaannya dengan mantan pelatih timnas Belanda tersebut. Momen tersebut sontak memicu spekulasi bahwa de Boer menjadi kandidat kuat pengganti Patrick Kluivert.
Pos Pelatih Timnas Indonesia Masih Kosong
Setelah pemecatan Patrick Kluivert, posisi pelatih kepala Timnas Indonesia memang masih kosong. Kluivert dianggap gagal karena tidak mampu membawa skuad Garuda melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026. Sejak saat itu, berbagai nama muncul dalam bursa calon pelatih baru.
Beberapa nama asal Belanda seperti Erik ten Hag, Marc van Bommel, dan Phillip Cocu dikaitkan dengan kursi panas tersebut.
Selain itu, ada juga kandidat dari luar Belanda, seperti Jesus Casas, Timur Kapadze, serta Bernardo Tavares. Bahkan, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, disebut-sebut berpeluang kembali.
Namun, di tengah rumor yang beredar, unggahan Simon Tahamata bersama Frank de Boer semakin memperkuat dugaan bahwa mantan pemain dan pelatih Ajax Amsterdam itu sedang didekati PSSI.
Hubungan Frank de Boer dengan Erick Thohir
Salah satu alasan mengapa rumor ini terdengar masuk akal adalah hubungan baik antara Frank de Boer dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Keduanya pernah bekerja sama di Inter Milan pada musim 2016/2017, saat Erick masih menjabat sebagai presiden klub tersebut. Kala itu, de Boer didatangkan sebagai pengganti Roberto Mancini dengan harapan bisa membawa perubahan positif.
Sayangnya, perjalanan de Boer bersama Inter tidak berjalan mulus. Dari total 14 pertandingan, ia hanya mampu mencatat lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Di bawah asuhannya, Inter mencetak 15 gol dan kebobolan 19 kali. Akibat performa buruk tersebut, de Boer harus meninggalkan kursinya lebih cepat dari yang diharapkan.
Padahal, sebelumnya de Boer memiliki reputasi mentereng berkat keberhasilannya meraih empat gelar Liga Belanda bersama Ajax Amsterdam. Namun di Inter, ia justru masuk dalam daftar pelatih dengan performa terburuk sepanjang sejarah klub.
Setelah melalui beberapa pengalaman di level klub, Frank de Boer sempat dipercaya menangani timnas Belanda. Ia mulai menjabat pada 20 September 2020 hingga 29 Juni 2021.
Dalam periode tersebut, de Boer memimpin 15 pertandingan dengan hasil delapan kemenangan, empat kali imbang, dan tiga kekalahan.
Meskipun tidak membawa hasil gemilang, pengalamannya di level internasional tentu menjadi nilai tambah jika benar ia akan menukangi Timnas Indonesia.
Profil Frank de Boer
Frank de Boer lahir di Hoorn, Belanda, pada 15 Mei 1970. Ia merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam dan mengawali karier profesionalnya bersama klub tersebut.
De Boer memperkuat tim senior Ajax dari tahun 1988 hingga 1999, sebelum melanjutkan kariernya di sejumlah klub besar seperti Barcelona (1999-2003), Galatasaray (2003-2004), Rangers (2004), Al-Rayyan (2004-2005), dan Al-Shamal (2005-2006).
Selama membela Ajax, de Boer berhasil memenangkan 15 trofi bergengsi, termasuk satu gelar Liga Champions musim 1994/1995. Ia juga membawa Ajax meraih lima gelar Liga Belanda dan sukses mempersembahkan satu trofi Liga Spanyol untuk Barcelona. Kariernya sebagai pemain dihiasi dengan konsistensi dan kepemimpinan di lini belakang.
Perjalanan Karier sebagai Pelatih
Setelah gantung sepatu pada 2006, Frank de Boer memulai perjalanan baru sebagai pelatih. Pada tahun 2010, ia dipercaya menangani Ajax Amsterdam dan langsung mencatatkan kesuksesan besar.
Di bawah asuhannya, Ajax menjadi juara Eredivisie selama empat musim beruntun (2010-2011, 2011-2012, 2012-2013, dan 2013-2014). Pencapaian tersebut membuat de Boer dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat itu.
Kesuksesannya bersama Ajax membuat Inter Milan tertarik memboyongnya pada musim panas 2016. Erick Thohir, yang kala itu memimpin Inter, menjadi sosok penting di balik kedatangan de Boer. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, masa kepemimpinannya di klub Italia tersebut tidak bertahan lama.
Seusai petualangan singkat di Inter, Frank de Boer kemudian melatih Crystal Palace pada 2017, Atlanta United (2018-2020), Timnas Belanda (2020-2021), dan Al Jazira (2023).
Dari seluruh klub yang ia tangani, periode bersama Atlanta United bisa dibilang cukup sukses, di mana de Boer berhasil mempersembahkan dua trofi domestik.
Akankah Frank de Boer Melatih Timnas Indonesia?
Kini, nama Frank de Boer kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Dengan pengalaman melatih di berbagai level, baik klub maupun tim nasional, serta hubungan baik dengan Erick Thohir, peluangnya tentu terbuka.
Menarik untuk menanti langkah PSSI berikutnya. Apakah benar Frank de Boer akan menjadi juru taktik baru Timnas Indonesia dan membawa skuad Garuda menuju prestasi yang lebih tinggi?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




