Menunjuk Pelatih Baru Timnas Indonesia Bukan Pekerjaan Mudah
Jumat, 24 Oktober 2025 | 21:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat sepak bola Akmal Marhali menanggapi hasil konferensi pers Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mengakui masih kesulitan mencari sosok pelatih baru, tetapi yang pasti nama Shin Tae-yong dipastikan tak kembali.
Akmal menilai keputusan PSSI yang belum menunjuk pelatih baru untuk Timnas Indonesia karena menyangkut arah dan filosofi besar sepak bola nasional.
“Memang mencari pelatih yang tepat bukan pekerjaan mudah, yang pasti, satu nama sudah dipastikan tidak akan kembali. PSSI tidak akan rujuk lagi dengan Shin Tae-yong karena itu sudah masa lalu,” ujar Akmal, dalam Beritasatu Utama, Jumat (24/10/2025).
Menurut Akmal, tantangan terbesar PSSI tak hanya menemukan pelatih yang mumpuni secara taktik, tetapi juga yang mampu memahami kultur, karakter, dan kondisi sepak bola Indonesia.
“Kita butuh sosok yang bukan cuma jago strategi, tetapi juga memahami kultur dan budaya sepak bola kita. Karena pelatih yang datang ke Indonesia harus punya mental yang kuat menghadapi tekanan dan kritik luar biasa, terutama dari media sosial,” imbuhnya.
Akmal menyinggung pengalaman dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, yang sempat mendapat tekanan besar dari publik. Ia menilai situasi tersebut harus dijadikan pelajaran agar proses rekrutmen berikutnya lebih matang.
Lebih lanjut, Akmal menyarankan agar PSSI menerapkan mekanisme fit and proper test bagi calon pelatih baru Timnas Indonesia.
“Kalau PSSI punya lima calon pelatih, sebaiknya mereka dipertemukan untuk mempresentasikan program dan target mereka. Dari situ kita bisa menilai mana yang realistis dan memenuhi kebutuhan timnas,” kata Akmal.
Akmal juga menyoroti pentingnya road map yang jelas tentang target Timnas Indonesia. Ia mengingatkan agar pelatih baru tidak dibebani ambisi berlebihan seperti lolos ke Piala Dunia tanpa fondasi kuat.
“Kalau saya jadi ketua umum PSSI, target pertama saya sederhana tetapi konkret, juara Piala AFF. Itu kompetisi regional yang belum pernah kita menangi, baru setelah itu kita bicara Piala Asia, dan dari situ fondasi untuk kualifikasi Piala Dunia akan terbentuk. Jangan langsung bermimpi besar tanpa fondasi,” tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




