ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengapa Arsenal, Liverpool, dan Barcelona Berebut Alessandro Bastoni?

Rabu, 4 Maret 2026 | 08:35 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni (kiri).
Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni (kiri). (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Spekulasi bursa transfer musim panas memang terasa terlalu dini jika dibahas sejak Maret. Namun, kenyataannya banyak kesepakatan besar justru dirancang jauh sebelum jendela transfer resmi dibuka. Salah satu pemain yang paling banyak diincar musim ini, adalah Alessandro Bastoni, bek tangguh Inter Milan.

Proses negosiasi transfer pemain elite melibatkan nilai finansial besar, agen, hingga detail kontrak yang kompleks. Karena itu, klub papan atas Eropa biasanya sudah memetakan target jangka panjang sejak awal musim. 

Alessandro Bastoni merupakan bek tengah modern yang langka. Dalam sepak bola modern, bek tengah tidak lagi sekadar bertugas menyapu bola dan menang duel udara. Mereka dituntut mampu membangun serangan dari belakang, tenang saat ditekan, piawai mengalirkan umpan pendek maupun panjang, serta cukup cepat untuk mengantisipasi serangan balik.

ADVERTISEMENT

Kombinasi atribut tersebut membuat bek tengah elite menjadi komoditas langka. Tak heran jika hanya klub-klub besar seperti Arsenal, Liverpool, dan Barcelona yang disebut mampu bersaing untuk mendapatkan Bastoni dari Inter Milan.

Inter diyakini memasang harga awal sekitar 100 juta euro untuk pemain berusia 26 tahun tersebut. Jika transfer itu terwujud, nilainya berpotensi melampaui rekor bek termahal dunia yang saat ini masih dipegang Harry Maguire saat pindah ke Manchester United dengan nilai 80 juta pound sterling.

Liverpool disebut-sebut menjadikan Bastoni sebagai kandidat penerus jangka panjang Virgil van Dijk. Dengan usia Van Dijk yang terus bertambah, The Reds membutuhkan sosok bek yang mampu menjaga kualitas distribusi bola sekaligus kepemimpinan di lini belakang.

Arsenal juga memantau situasi ini. Namun, sulit membayangkan The Gunners akan memecah duet solid William Saliba dan Gabriel yang sejauh ini tampil konsisten. Sementara itu, Barcelona masih harus menunggu dinamika internal klub sebelum benar-benar bergerak agresif pada pasar transfer.

Sejak bergabung dari Atalanta, Bastoni telah mencatatkan 326 penampilan pada semua kompetisi dengan total 24.105 menit bermain. Angka tersebut menunjukkan betapa sentral perannya bagi Inter, hanya kalah dari Lautaro Martinez dan Nicolo Barella dalam jumlah menit tampil.

Ia juga mencatatkan 17.283 umpan dengan tingkat akurasi 88,6 persen. Total 5.445 umpan ke depan yang ia lepaskan menjadi yang terbanyak di skuad Inter sejak kedatangannya. Selain itu, 474 umpan silang yang ia kirim memperlihatkan kontribusinya dalam fase menyerang.

Dalam aspek defensif, Bastoni terlibat dalam 1.966 duel satu lawan satu dengan tingkat keberhasilan 59,2 persen. Ia turut membantu Inter mencatatkan 76 clean sheet saat dirinya bermain, tertinggi di antara rekan setimnya.

Dengan kombinasi kemampuan bertahan, distribusi bola, dan pengalaman di level tertinggi, Bastoni menjadi paket lengkap yang sulit ditemukan. Situasi ini membuat Inter berada dalam dilema: mempertahankan salah satu pilar utama atau melepasnya dengan nilai fantastis demi keseimbangan finansial.

Bagi klub peminat, Bastoni bukan sekadar bek tengah, melainkan fondasi untuk membangun tim juara dalam jangka panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Italia Bantai Estonia 5-0, Gattuso Catat Debut Manis pada Kualifikasi

Italia Bantai Estonia 5-0, Gattuso Catat Debut Manis pada Kualifikasi

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon