Fakta Menarik MotoGP Brasil 2026, Narapidana Turun Tangan
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:00 WIB
Goiania, Beritasatu.com - Ada hal menarik dalam persiapan MotoGP Brasil 2026 di Goiania, Brasil. Pemerintah setempat melibatkan narapidana untuk membantu pembersihan sirkuit setelah hujan deras mengganggu kesiapan lintasan.
Puluhan narapidana dikerahkan untuk membersihkan Autódromo Internacional Ayrton Senna yang terdampak cuaca ekstrem. Langkah ini diambil guna memastikan sirkuit siap digunakan pada akhir pekan balapan.
Curah hujan tinggi sejak awal pekan menyebabkan lumpur menumpuk di sejumlah titik, terutama di area jalan tanah dan akses menuju lintasan. Kondisi tersebut sempat menghambat proses persiapan teknis.
Sekitar 30 narapidana dari lembaga pemasyarakatan Negara Bagian Goias dilibatkan dalam pekerjaan ini. Mereka diantar setiap hari oleh aparat kepolisian untuk membantu membersihkan dan merapikan area sirkuit.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif reintegrasi sosial pemerintah daerah. Narapidana yang terlibat adalah mereka dengan pelanggaran ringan dan tanpa kekerasan.
“Narapidana dari sistem pemasyarakatan melakukan pekerjaan pemeliharaan di Sirkuit Internasional Goiania,” demikian pernyataan resmi yang dilansir dari Motorsport, Jumat (20/3/2026).
Kerja sama antara Sekretariat Negara untuk Olahraga dan Rekreasi serta Kepolisian Pemasyarakatan mencakup berbagai pekerjaan teknis. Mulai dari pemotongan rumput, pembersihan area, hingga pengecatan rambu-rambu.
Selain itu, kegiatan juga meliputi disinfeksi ruang interior serta pemeliharaan fasilitas publik yang akan digunakan selama ajang MotoGP berlangsung.
Wakil Sekretaris Bidang Tata Kelola Sekretariat Jenderal Pemerintah Rudson Guerra menyatakan, program ini telah beberapa kali diterapkan untuk mendukung perawatan fasilitas olahraga.
“Dalam beberapa tahun terakhir kami telah beberapa kali meminta bantuan narapidana untuk melakukan pelayanan umum di berbagai fasilitas olahraga. Inisiatif ini sangat bermanfaat dan juga berfungsi sebagai kerja sosial bagi para narapidana,” ujarnya.
Pemerintah Goias menilai program ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi efisiensi tenaga kerja maupun sebagai sarana reintegrasi sosial.
“Di satu sisi, lembaga menerima tenaga kerja yang berkualitas. Di sisi lain, mereka yang menjalani proses reintegrasi memiliki kesempatan untuk menunjukkan kesiapan kembali ke masyarakat,” demikian pernyataan pemerintah.
Meski demikian, keterlibatan narapidana dalam persiapan ajang internasional ini turut menarik perhatian publik karena dinilai sebagai langkah yang tidak biasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




