ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Italia Ogah Gantikan Iran pada Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Jumat, 24 April 2026 | 13:52 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Italia kembali gagal lolos Piala Dunia.
Italia kembali gagal lolos Piala Dunia. (AP Photo/Armin Durgut)

Milan, Beritasatu.com -  Pejabat olahraga Italia menolak keras usulan agar tim nasional mereka menggantikan Iran pada Piala Dunia 2026. Mereka menegaskan partisipasi harus diraih melalui kualifikasi, bukan penunjukan.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Paolo Zampolli, utusan khusus pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pada Rabu (22/4/2026). Ia menilai Italia layak tampil karena memiliki sejarah kuat dengan empat gelar juara dunia.

Namun, gagasan itu langsung mendapat penolakan dari otoritas olahraga Italia. Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Luciano Buonfiglio, menyebut ide tersebut tidak pantas dan bertentangan dengan prinsip olahraga.

ADVERTISEMENT

“Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu menyinggung. Anda harus layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa tiket ke Piala Dunia hanya bisa diraih melalui performa di lapangan.

“Itu tidak pantas. Anda harus lolos kualifikasi dengan bermain,” katanya.

Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia & Herzegovina di final play-off. Ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut setelah sebelumnya tersingkir oleh Swedia dan Makedonia Utara.

Kegagalan tersebut memicu perubahan besar di tubuh sepak bola Italia, termasuk mundurnya pelatih Gennaro Gattuso, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina, dan manajer tim Gianluigi Buffon.

Usulan penggantian muncul karena partisipasi Iran sempat dipertanyakan akibat konflik di Timur Tengah. Namun, pemerintah Iran memastikan tim nasional tetap siap berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan seluruh kondisi agar tim nasional dapat berpartisipasi dengan bangga,” ujar juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohejerani.

FIFA juga telah menegaskan bahwa Iran akan tetap bermain sesuai jadwal. Bahkan, Presiden FIFA Gianni Infantino disebut mendukung persiapan Iran, termasuk fasilitas latihan di luar negeri.

Iran dijadwalkan menjalani laga fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di Amerika Serikat. Sementara itu, isu visa bagi delegasi Iran masih menjadi salah satu tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon