Dendam Terbalas Manis, Jakarta Lavani Akhiri Dominasi Bhayangkara
Minggu, 26 April 2026 | 10:57 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Jakarta Lavani Livin Transmeda resmi menasbihkan diri sebagai raja bola voli tanah air. Dalam laga leg kedua grand final Proliga 2026 yang berlangsung dramatis di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026) malam, tim asuhan David Lee ini sukses menumbangkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-22, 25-20, 18-25, dan 25-22).
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam yang manis bagi Lavani, setelah pada musim sebelumnya mereka harus merelakan gelar juara.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Lavani langsung menurunkan komposisi terbaiknya, yakni Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Taylor Sander, Georg Grozer, dan libero Prasojo. Pada sisi lain, Bhayangkara Presisi mengandalkan motor serangan seperti Rendy Tamamilang, Nizar Zulfikar, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat.
Jalannya Pertandingan
Set pertama berjalan sangat ketat. Bhayangkara Presisi sempat memimpin 12-11 di awal laga. Namun, konsistensi Boy Arnes membuat Lavani menyamakan skor 15-15. Ketegangan memuncak saat skor tipis 19-18 untuk Lavani.
Meski pelatih Reidel Toiran sempat mengambil time out untuk memutus momentum lawan, Georg Grozer dan kolega tetap tak terbendung hingga mengunci set pertama dengan skor 25-22.
Memasuki set kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kejar mengejar angka terjadi sejak kedudukan 3-3 hingga 10-10. Lavani mulai menjauh di angka 18-16 berkat blok-blok rapat yang sulit ditembus oleh Martin Atanasov maupun Bardia Saadat. Lavani menutup set kedua dengan kemenangan meyakinkan 25-20.
Tertinggal dua set tak membuat Bhayangkara Presisi menyerah. Pada set ketiga, mereka mengubah strategi dengan memaksimalkan duo legiun asingnya. Strategi ini berhasil membawa mereka unggul cepat 3-0 di awal set.
Meskipun Lavani sempat membalikkan keadaan menjadi 4-3, Nizar Zulfikar dkk menunjukkan mental juara mereka. Mereka melesat unggul 18-14 dan mempertahankan margin hingga angka 23-18. Bhayangkara Presisi akhirnya memperpanjang napas setelah menutup set ini dengan kemenangan 25-18.
Bhayangkara Presisi sempat unggul 10-6 saat Lavani dihantam kabar buruk setelah sang bomber utama Georg Grozer mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Kehilangan Grozer membuat pertahanan Lavani sempat goyah hingga tertinggal 8-13.
Namun, semangat juang "The Blue Force" justru membara. Tanpa Grozer, Boy Arnes memimpin rekan-rekannya mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor 14-14. Duel poin kembar berlanjut hingga 17-17. Lavani menunjukkan ketenangan luar biasa di poin-poin kritis. Unggul 20-19, mereka terus menekan hingga mencapai match point 24-22.
Sebuah serangan tajam akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara Presisi dengan skor 25-22, sekaligus memastikan gelar juara Proliga 2026 kembali ke pelukan Jakarta Lavani Livin' Transmeda.
Usai laga pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengucapkan selamat kepada Lavani. "Saya akui Lavanihari ini bermain baik, dan pantas memenangkan pertandingan," kata Toiran.
Ia tetap mengapresiasi permainan timnya. " Kalah menang itu biasa, yang jelas kami sudah maksimal dan kerja keras," tukas Reidel Toiran.
Dengan kemenangan ini Lavani berhasil mengakhiri dominasi Bhayangkara Presisi dalam dua tahun terakhir yang menjadi juara pada 2024 dan 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




