Pelatih Maroko Buka Suara soal Kasus Achraf Hakimi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapten Timnas Maroko Achraf Hakimi tetap tampil penuh fokus saat membawa timnya meraih kemenangan 1-0 atas Skotlandia di Piala Dunia 2026. Penampilan impresif bek Paris Saint-Germain tersebut terjadi hanya beberapa jam, setelah pengadilan banding Prancis mengonfirmasi bahwa dirinya akan menghadapi persidangan terkait kasus dugaan pemerkosaan.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan, tim tetap memberikan dukungan penuh kepada Hakimi. Menurutnya, sang kapten tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu oleh perkembangan kasus hukum yang sedang dihadapinya.
"Apakah Anda menonton pertandingannya? Saya kira Anda menontonnya. Hakimi luar biasa, jadi kami sangat santai. Dia juga sangat santai dan saya percaya dia bermain sangat baik," kata Ouahbi seusai pertandingan di Foxborough dilansir dari ESPN, Sabtu (20/6/2026).
Keputusan pengadilan banding Prancis tersebut keluar pada hari yang sama dengan laga Maroko kontra Skotlandia.
Sebelumnya, Hakimi telah mengajukan banding atas keputusan hakim investigasi yang pada Februari lalu merekomendasikan agar kasus tersebut dilanjutkan ke persidangan.
Meski menjadi sorotan publik, Hakimi tetap dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin Maroko meraih kemenangan penting. Namun, sebagian penonton di stadion terdengar mencemooh setiap kali pemain berusia 27 tahun itu menyentuh bola.
Ouahbi menegaskan, kondisi mental Hakimi tetap stabil dan tidak memerlukan penanganan khusus dari tim pelatih.
"Dia melakukan pekerjaan dengan baik, mengapa membicarakan manajemen? Dia bangun pagi, makan seperti orang lain, dia fokus, dia bermain dengan semua orang, dia ingin bermain dengan kuat dan itulah yang dia lakukan," ujarnya.
Pelatih Maroko itu kembali menegaskan dukungan penuh kepada Hakimi yang selama ini menjadi salah satu pilar utama tim nasional.
"Kami tidak perlu mengatakan apa pun. Kami mendukungnya, dia sangat rileks dan mudah-mudahan dia akan menunjukkan bahwa dia adalah bek sayap terbaik di dunia. Saya percaya ini penting bagi saya, para pemain, dan 44 juta warga Maroko yang mengikuti kami," lanjutnya.
Kronologi Kasus Hakimi
Kasus yang menjerat Achraf Hakimi bermula pada Maret 2023. Seorang perempuan berusia 24 tahun melaporkan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi di kediaman Hakimi di wilayah pinggiran Paris, Prancis.
Dalam pernyataannya, Pengadilan Banding Versailles menyebut hasil penyelidikan dan investigasi yudisial dinilai cukup untuk membawa kasus tersebut ke persidangan.
Pengacara pelapor, Rachel-Flore Pardo menyatakan, keputusan pengadilan memberikan harapan baru bagi kliennya setelah proses hukum yang berlangsung lebih dari tiga tahun.
Sementara itu, Hakimi terus membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Melalui unggahan di platform X, ia menyatakan dirinya merasa menjadi "sasaran empuk" karena statusnya sebagai figur publik terkenal.
Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga keluarganya serta kebenaran yang menurutnya sedang diperjuangkan.
Hingga kini, otoritas Prancis belum mengumumkan jadwal resmi persidangan terhadap pemain yang memperkuat Paris Saint-Germain tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




