Jelang GP Bahrain
Hamilton Tertinggal 1,2 Detik dari Verstappen, Ada Apa dengan Tim Mercedes?
Sabtu, 19 Maret 2022 | 15:00 WIB
Sakhir, Beritasatu.com - Lewis Hamilton mengatakan, kecepatan mobil Formula 1 (F1) Mercedes pada latihan bebas Jumat (18/3/2022) malam menjadi bukti timnya mengalami masalah di pacuan W13 di lintasan Sirkuit Sakhir, Bahrain. Juara dunia F1 tujuh kali itu mengakhiri sesi latihan kedua di tempat kesembilan, terpaut 1,2 detik dari Max Verstappen.
,
Hamilton harus berjuang dengan rem, guncangan di mobilnya dan kesalahan DRS, tetapi rekan setimnya George Russell sedikit lebih baik, dengan tertinggal enam persepuluh detik dari Verstappen, dan lebih lambat dari para pembalap Ferrari.
Juara dunia F1 2021 Verstappen, sempat menertawakan klaim yang menyatakan, Mercedes tidak dalam kondisi kompetitif untuk balapan awal musim di Grand Prix (GP) Bahrain, Minggu (20/3/2022) besok. Tapi Hamilton mengatakan kecepatan tim dalam latihan menunjukkan, ada masalah pada mobil tim pabrikan otomotif Jerman tersebut.
Baca Juga: Formula 1, Verstappen Tercepat di Sesi Akhir Tes Pramusim
"Saya katakan pada Anda minggu lalu bahwa kami tidak akan berlomba untuk menang di sini," katanya.
"Jika Anda melihat Red Bull, mereka sangat jauh di depan. Itu di wilayah delapan hingga sembilan persepuluh detik di depan kami dan Ferrari sekitar setengah detik, enam persepuluh detik di depan kami. Jadi kini kami bertarung dengan siapa pun yang ada di belakang mereka."
Perbaikan "jangka panjang" diperlukan untuk kurangnya kecepatan mobil, kata Hamilton.
"Dibandingkan dengan tahun ini, kami memiliki masalah yang jauh lebih kecil di masa lalu".
"Kami menghadapi masalah yang jauh lebih besar tahun ini. Semua yang kami lakukan untuk mencoba dan memperbaikinya, tidak benar-benar mengubahnya. Tampaknya itu mungkin akan menjadi perbaikan jangka panjang. Tidak ada dalam jangka pendek."
Russell mendukung pernyataan Hamilton. Ia mengatakan, Mercedes "jauh" dari saingan terbesar mereka. Dia menyarankan tim itu mungkin tertinggal di belakang Alfa Romeo, yang kini didukung mantan pembalap Mercedes Valtteri Bottas, dan AlphaTauri.
"Saya pikir sudah jelas bahwa kami tidak berada di tempat yang kami inginkan," kata Russell. Saya pikir kami telah membuat sedikit kemajuan dalam memecahkan beberapa masalah, tetapi kecepatannya sama sekali tidak ada saat ini. Jadi kita harus benar-benar mempelajari data untuk memahaminya".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




