Houthi Serang Penyimpanan Minyak di Jeddah, Balapan F1 Tetap Berlanjut
Sabtu, 26 Maret 2022 | 08:22 WIB
Jeddah, Beritasatu.com – Milisi Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap stasiun distribusi produk minyak raksasa Aramco di Jeddah pada hari Jumat (25/3/2022), dan menimbulkan kebakara. Serangan itu terjadi saat Jeddah menjadi tuan rumah balapan Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Arab Saudi. Namun ajang balapan seri kedua musim 2022 ini bakal terus berlanjut hingga akhir pekan.
Gumpalan besar asap hitam terlihat membubung di atas kota Laut Merah, kata seorang saksi mata. Asap hitam pekat juga terlihat dari sirkuit balapan, kata seorang saksi mata Reuters.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengatakan kepada pembalap dan bos tim bahwa Grand Prix akan berjalan sesuai rencana, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Baca Juga: Houthi Serang Fasilitas Penyimpanan Minyak di Jeddah, Timbulkan Kebakaran
Pada Jumat malam, sebelum sesi latihan bebas (free practice) 2, sempat terjadi pertemuan antara pihak F1, pihak tim, dan pembalap. Pertemuan ini menunda penyelenggaraan latihan bebas 2 hingga 15 menit.
Pada sesi latihan bebas 2 tersebut, pembalap Ferrari Charles Leclerc kembali tampil sebagai yang tercepat dengan mengalahkan pembalap tim Red Bull Max Verstappen di posisi dua. Posisi ketiga diraih rekan setim Leclerc, Carlos Sainz Jr.
Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang memerangi koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah mengintensifkan serangan terhadap fasilitas energi di kerajaan, pengekspor minyak terbesar di dunia.
Juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan, kelompok itu meluncurkan rudal pada hari Jumat ke fasilitas minyak Aramco di Jeddah dan pesawat tak berawak di kilang Ras Tanura dan Rabigh, dan mengatakan mereka juga menargetkan "fasilitas penting" di ibu kota Riyadh.
Media pemerintah Saudi sebelumnya mengatakan koalisi telah menggagalkan serangkaian serangan drone dan roket Houthi. Pertahanan udara Saudi juga menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan ke arah Jizan, yang menyebabkan kebakaran "terbatas" di pembangkit listrik.
Eskalasi serangan Houthi terjadi ketika utusan khusus PBB mencoba untuk mengamankan gencatan senjata sementara untuk bulan suci Ramadan yang dimulai pada awal bulan April, dan menjelang pertemuan Riyadh dengan pihak Yaman untuk konsultasi akhir bulan ini.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk serangan terhadap Arab Saudi, dan mengatakan Amerika Serikat akan terus bekerja dengan Riyadh untuk memperkuat pertahanannya sambil bekerja untuk resolusi yang tahan lama terhadap konflik di Yaman.
"Pada saat semua pihak harus fokus pada de-eskalasi dan membawa bantuan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan hidup rakyat Yaman menjelang bulan suci Ramadhan, Houthi melanjutkan perilaku destruktif mereka dan serangan teroris sembrono yang menyerang infrastruktur sipil," kata Blinken.
Baca Juga: Leclerc Tercepat di Sesi I Latihan Bebas GP Arab Saudi
Koalisi Saudi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung negara kerajaan itu dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014.
Konflik, yang secara luas dilihat sebagai perang terselubung antara Arab Saudi dan Iran, telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan. Houthi mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




