Pendukung Presiden Terpilih Brasil Tuntut Neymar Bayar Pajak
Selasa, 1 November 2022 | 11:08 WIB
Brasilia, Beritasatu.com - Pendukung Presiden Brasil terpilih Lula da Silva berteriak menuntut bintang sepak bola negara itu, Neymar, untuk membayar pajak setelah calon pilihan mereka mengalahkan Jair Bolsonaro dalam pemilihan presiden negara itu, Senin (31/10/2022).
Bintang Paris Saint-Germain secara terbuka mendukung presiden sayap kanan dalam berbagai kesempatan dan pemilih Lula telah menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki ingatan yang pendek.
Kerumunan pendukung perayaan Lula di jalan telah meneriakkan pengingat kepada pesepak bola bahwa ia sekarang mungkin harus membayar pajak yang diduga dikemplang Neymar di Tanah Airnya.
Selama kampanye pemilihan, muncul tuduhan bahwa Neymar telah mencapai kesepakatan dengan Bolsonaro yang membuatnya diampuni dari tagihan pajak besar-besaran.
Penyerang Brasil itu dituduh melakukan penggelapan pajak, tetapi tampaknya dia mungkin dilindungi oleh sang mantan presiden.
Sekarang kandidat sayap kiri Lula telah memenangkan pemilihan, banyak orang akan berharap Neymar diminta untuk membayar.
"Hei Neymar, Anda harus menyatakan [pajak Anda]!" teriak pendukung Lula berulang kali dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Ketika ditanya tentang dukungan Neymar untuk saingannya selama kampanye, Lula mengatakan dia mengerti sikap pemain yang telah 121 kali membela Timnas Brasil tersebut.
"Saya pikir dia takut jika saya menang, semua orang akan tahu bahwa Bolsonaro mengampuni dia dari utang pajaknya," kata Lula.
Setelah secara terbuka mendukung Bolsonaro dalam berbagai kesempatan, Neymar menjadi lebih pendiam sejak Lula dinyatakan sebagai pemenang pemilu.
Namun, dengan banyak mata tertuju padanya, menunggu reaksi, dia akhirnya mengunggah soal hasil pemilihan presiden di negaranya.
"Semoga kehendak-Mu jadi, Tuhan," tulis Neymar di media sosial usai hasil pemilu.
Satu hal yang pasti, Neymar tidak akan lagi dapat mendedikasikan gol untuk Bolsonaro selama Piala Dunia, seperti yang dia janjikan sebelumnya.
Otoritas pemilihan Brasil pada Minggu (31/10/2022) menyatakan, Luiz Inácio Lula da Silva dari Partai Buruh berhaluan kiri berhasil mengalahkan petahana Jair Bolsonaro untuk menjadi presiden Brasil berikutnya.
Dengan 98,8% suara dihitung, Lula da Silva memiliki 50,8% dan Bolsonaro 49,2%, dan otoritas pemilihan mengatakan kemenangan da Silva adalah kepastian matematis.
Lula da Silva, mantan presiden negara itu dari 2003-2010, telah berjanji untuk memulihkan masa lalu negara yang lebih makmur, namun menghadapi tantangan dalam masyarakat yang terpolarisasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




