Prediksi Grup E Piala Dunia 2022: Jepang Bisa Menyulitkan Spanyol dan Jerman
Selasa, 8 November 2022 | 21:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Piala Dunia 2022 akan mulai digelar pada 20 November 2022 mendatang. Dalam event yang digelar di Qatar ini Grup E diisi oleh Spanyol, Jerman, Jepang, dan Kosta Rika. Berikut telaah tentang grup ini:
Grup E bisa disebut sebagai grup neraka dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Bagaimana tidak? Grup ini diisi dua juara dunia serta tim tangguh dari Asia, juga tim yang bisa membuat kejutan dari Amerika Tengah. Keempat tim di Grup E memiliki peluang melaju ke 16 besar.
Babak penyisihan grup turnamen telah memunculkan pertandingan ulang yang menarik dari semifinal Piala Dunia 2010 yang mempertemukan Spanyol dan Jerman di grup yang sama. Dua belas tahun yang lalu, di Afrika Selatan, Spanyol menghentikan Jerman di semifinal. Jerman harus tersingkir setelah gawang mereka dijebol oleh Carlos Puyol di Johannesberg. Spanyol kemudian tampil sebagai juara setelah di partai pemungkas menundukkan Belanda, 3-2.
Bergabung dengan keduanya di fase grup ini adalah finalis Piala Asia 2019 Jepang dan pemenang playoff antarbenua Kosta Rika.
Jepang juga akan percaya bahwa mereka memiliki peluang untuk lolos ke fase knockout, setelah lolos ke babak 16 besar Piala Dunia dalam tiga dari lima kesempatan terakhir termasuk di Rusia tahun 2018.
Kosta Rika, sementara itu, meraih tempat terakhir di Grup E dengan mengalahkan Selandia Baru 1-0 di playoff antarbenua pada 14 Juni. Los Ticos akan memulai aksi Piala Dunia mereka melawan Spanyol asuhan Luis Enrique pada Rabu, 23 November.
Spanyol tetap berada dalam fase transisi menuju Qatar 2022, karena mereka ingin akhirnya meniru kesuksesan yang terakhir dinikmati di panggung global di Piala Dunia 2010.
Spanyol memiliki pemain muda menjanjikan seperti Pedri, Ferran Torres, Ansu Fati dan Gavi. Ini menjadi pertanda baik untuk masa depan, tetapi masih harus dilihat apakah Spanyol akan cukup kuat untuk melaju di Qatar. Prestasi mereka menjadi runner-up UEFA Nations League 2021 menjadi pertanda baik lainnya.
Pelatih Luis Enrique tidak takut untuk mengeluarkan nama-nama besar seperti David de Gea dan Sergio Busquets dari skuad baru-baru ini, dengan penekanan pada kreativitas cenderung membuat Spanyol sangat sulit untuk dipertahankan.
Sementara Jerman akan berusaha untuk menebus mimpi buruk yang muncul ketika mencoba mempertahankan gelar di Piala Dunia 2018, saat mereka memasuki turnamen besar tanpa didampingi pelatih Joachim Low untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
Low menjabat sebagai asisten Jurgen Klinsmann ketika Die Mannschaft tampil hingga semifinal dan menempati peringkat ketiga pada 2006, sebelum memulai masa jabatannya sendiri selama 15 tahun sebagai pelatih kepala.
Puncak dari era itu datang ketika Jerman mengangkat gelar dunia keempat di Brasil 2014 dan, setelah kampanye Kejuaraan Eropa yang mengecewakan menandai perpisahan Low tahun lalu, mantan asistennya, Hansi Flick, akan memimpin generasi baru yang bersemangat untuk menebus kesalahan.
Jepang diprediksi akan mennyulitkan bagi dua tim yang dijagokan melaju ke 16 besar dari Grup E. Itu akan menekan Spanyol tanpa rasa takut, dan melawan setiap serangan Jerman.
Jepang memang tidak memiliki pemain yang menonjol seperti Keisuke Honda atau Shinji Kagawa, tetapi akan tajam dan cerdas dan koheren. Dengan semangat yang mereka miliki, Jepang bisa saja meraih kemenangan. Namun pada akhirnya yang diprediksi melaju tetaplah Spanyol dan Jerman. Sementara Jepang dan Kosta Rika akan berakhir di posisi ketiga dan keempat dan tersingkir.
Pemain yang perlu diperhatikan: Pedri (Spanyol), Jamal Musiala (Jerman), Leroy Sané (Jerman), Joshua Kimmich (Jerman), Daichi Kamada (Jepang), Kaoru Mitoma (Jepang), Francisco Calvo (Kosta Rika), Joel Campbell (Kosta Rika).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




