Ketua KPU Tinjau Simulasi Pencoblosan Kotak Kosong di Maros Sulsel
Minggu, 15 September 2024 | 15:20 WIB
Maros, Beritasatu.com - Ketua KPU Mohammad Afifuddin hadir meninjau langsung pelaksanaan simulasi pemungutan suara pasangan tunggal lawan kotak kosong yang digelar di gedung serbaguna Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (15/9/2024).
Gedung serbaguna yang berlokasi di Jalan Asoka, Kecamatan Turikale disulap layaknya tempat pemungutan suara (TPS) lengkap dengan meja, bilik, kotak suara, tinta serta surat suara dengan desain tunggal lawan kotak kosong dan surat suara dengan tiga pasangan calon.
Makanan dan minuman menjadi ilustrasi pasangan di surat suara sedangkan kotak kosong dibiarkan berwarna putih. Sekitar 500 warga Kabupaten Maros berpartisipasi pada simulasi ini.
Dalam papan informasi, pasangan calon bupati-wakil bupati Maros yang ditampilkan adalah Nasi Padang-Es Jeruk dengan nomor urut 75. Adapun nomor urut 76 atau lawannya adalah sebuah kotak kosong.
Pilkada kotak kosong merupakan varian lain dari penyelenggaraan pilkada di Tanah Air. Berdasarkan data KPU, sebanyak 41 daerah di seluruh Indonesia akan menyelenggarakan pemilu lawan kotak kosong.
"Ini adalah varian lain dari penyelenggaraan pilkada kita yang harus kita kelola supaya pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Afifuddin menjelaskan bahwa saat pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah ditutup, jumlah calon tunggal yang diterima oleh KPU daerah ada di 43 daerah. Namun, setelah perpanjangan pendaftaran di daerah itu dilakukan, jumlahnya berkurang menjadi 41.
Menurut Afifuddin, angka itu masih berpotensi menurun lagi di angka 37-38 daerah. Dengan adanya perpanjangan penerimaan kembali pendaftaran di daerah yang sebelumnya bermasalah serta yang terdapat sengketa di Bawaslu.
"Kita pastikan nanti di tanggal 22 September pas penetapan. Tapi sampai sekarang ini setelah pendaftaran, perpanjangan dan penerimaan berkas kembali, sementara ini 1 provinsi dan 37 kabupaten/kota," tuturnya.
KPU juga mempersiapkan skema untuk untuk pemungutan suara kembali pada tahun 2025 jika kotak kosong menang. “Semua harus kita antisipasi. Namanya pertandingan, persaingan, perebutan kursi kepala daerah, potensi pasti ada,” tambah Afifudin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




