Banjir Makassar, Wali Kota Tetapkan Status Darurat Bencana
Minggu, 22 Desember 2024 | 22:53 WIB
Makassar, Beritasatu.com – Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto menetapkan status darurat bencana menyusul bencana banjir di Makassar yang menyebabkan ribuan warga harus mengungsi.
Pada Minggu (22/12/2024), Ramdhan Pomanto meninjau kondisi banjir di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, menggunakan perahu karet.
"Banjir kali ini cukup parah, debit air tinggi. Ini sudah kedua kalinya di awal musim penghujan, dan kita harus siap apabila ini terus berulang. Saya telah menandatangani keadaan darurat, dan seluruh sistem darurat bencana mulai berjalan," kata Ramdhan.
Menurut data BPBD Kota Makassar, hingga 22 Desember 2024, sebanyak tiga kecamatan terdampak banjir dengan total 1.551 korban yang tersebar di 27 titik pengungsian.
Perinciannya, di Kecamatan Manggala sebanyak 760 jiwa di 12 titik, di Kecamatan Biringkanaya sebanyak 711 jiwa di 12 titik, dan di Kecamatan Panakkukang sebanyak 80 jiwa di tiga titik.
Selain lokasi banjir, Ramdhan mengunjungi posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan logistik, makanan, air minum, dan layanan kesehatan bagi pengungsi terpenuhi.
Ramdhan juga menemukan sejumlah warga yang enggan mengungsi dan tetap bertahan di rumah, meskipun risiko kesehatan dan keselamatan meningkat.
Ramdhan mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi ke posko demi keselamatan. Ia juga mengajak seluruh pihak bergotong royong menangani banjir di Makassar dan menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk selalu siaga menghadapi cuaca ekstrem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




