Ini Alasan Bupati Sidrap Murka soal Aksi Saweran Nathalie Holscher
Selasa, 22 April 2025 | 15:51 WIB
Sidrap, Beritasatu.com - Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menjadi sorotan seusai meminta Nathalie Holscher untuk menyampaikan permintaan maaf atas unggahannya di media sosial. Mantan istri komedian Sule itu viral karena berpose di atas tumpukan uang ratusan juta hasil saweran saat tampil di The Real Cafe & Resto Sidrap.
Kontroversi ini mencuat di tengah upaya Syaharuddin mengembalikan citra Sidrap sebagai daerah religius yang dulunya dikenal sebagai penghasil ulama ternama. Ia tengah menggalakkan program "Sidrap Religius" dan memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung beras nasional.
“Saya sudah mengubah hashtag negatif menjadi positif. Kegiatan religius sudah berlangsung selama 40 hari. Namun, saya merasa sedih, terganggu, dan kecewa atas kejadian ini,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Bupati Sidrap juga menegaskan akan memerintahkan stakeholder terkait untuk memeriksa izin operasional tempat hiburan malam (THM) di wilayahnya. Meski demikian, kafe tempat Nathalie tampil dikabarkan masih tetap beroperasi.
“Cita-cita kami adalah menjadikan Sidrap sebagai daerah religius, lumbung beras, lumbung telur, dan pusat energi terbarukan di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawasi dan menindak tempat-tempat usaha yang tidak sesuai aturan.
“Saya sudah minta Satpol PP untuk melakukan penertiban perda secara tegas dan tanpa pandang bulu,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, saat ini tengah berada di Jakarta menghadiri agenda di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Keberadaannya Bupati Sidrap di Jakarta bertepatan dengan mencuatnya isu kontroversi terkait aksi saweran Nathalie Holscher saat tampil di Sidrap.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




