ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diduga Jadi Korban KKB, Perantau Sulsel Tewas Tragis di Puncak Jaya

Minggu, 13 Juli 2025 | 22:05 WIB
I
JS
Penulis: Irfandi | Editor: JAS

Keluarga menunjukkan foto Safaruddin Daeng Tojeng (40), ditemukan tewas secara tragis di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Keluarga menunjukkan foto Safaruddin Daeng Tojeng (40), ditemukan tewas secara tragis di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. (Beritasatu.com/Irfandi)

Gowa, Beritasatu.com - Seorang warga perantau asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Safaruddin Daeng Tojeng (40), ditemukan tewas secara tragis di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. 

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek diduga menjadi korban perampokan disertai kekerasan yang didalangi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.  

Kini keluarga masih menanti kepulangan jenazah di rumah duka, Jalan Monas 1, Kelurahan Mangalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

ADVERTISEMENT

Menurut keluarga, Safaruddin Daeng Tojeng telah merantau selama tiga tahun di Kabupaten Puncak Jaya, sebagai tukang ojek untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Namun, nasib malang menimpanya. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di semak belukar oleh warga setempat.

Korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh penuh luka bekas senjata tajam dengan masih mengenakan helm, tetapi sepeda motornya hilang. Hal ini memperkuat dugaan bahwa almarhum menjadi korban perampokan disertai kekerasan.

"Terakhir pihak keluarga komunikasi dengan almarhum Kamis (10/ 7/2025) malam. Saat ini sudah tidak bernyawa lagi. Lukanya parah, terlalu sadis. Jelas juga perampokan karena katanya sepeda motornya tidak ditemukan," ujar keluarga korban, Rosdiati, Minggu (13/7/2025).

Hingga kini pihak keluarga belum mendapat penjelasan resmi dari aparat setempat terkait penyebab pasti kematian korban.

"Untuk konfirmasi dari pemerintah kabupaten di sana belum ada. Yang jelasnya sejak kemarin korban hilang dan dicari karena belum pulang ojek sejak Jumat (11/7/2025) malam. Makanya kita pihak keluarga di sini gelisah minta tolong sama orang-orang di sana, bagaimana upayanya orang di sana supaya bisa diketahui informasi keberadaannya ini Saparudin Daeng Nojeng," tuturnya.

Keluarga menambahkan Safaruddin tidak pernah menyampaikan adanya ancaman selama merantau. Namun sejak Jumat 11 Juli, korban tidak pulang dari mengojek hingga akhirnya jenazahnya ditemukan pada Sabtu (12/7/2025). Keluarga pun berharap ada keadilan atas kematian almarhum yang dianggap tidak wajar.

"Kami membutuhkan biaya sekitar Rp 50 juta untuk pesawat rute Papua ke Sulawesi Selatan. Dana inilah yang kami tengah upayakan . Almarhum ke sana tidak punya uang. Dia ke sana mencari rezeki untuk anak-anaknya. Menghidupi empat orang anak-anaknya, sampai di sana dia pulang tinggal nama saja," sambungnya.

Tak hanya berharap bantuan biaya, keluarga juga meminta pemerintah pusat memberikan perlindungan hukum bagi para perantau dan pendatang di wilayah Papua yang sering menjadi korban kekerasan. Keluarga besar Safaruddin berharap jenazah bisa segera dipulangkan dan proses hukum atas kematian korban dapat ditegakkan.

"Saya minta diproses. Karena banyak sekali di sana pendatang meninggal dengan percuma saja, tanpa ada perlindungan. Makanya saya mohon kepada pemerintah untuk turun tangan memberikan bantuan hukum untuk para pendatang yang ada di Papua pada umumnya," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon