Polisi Muda Tewas Dianiaya Senior di Sulsel, Propam Janji Usut Tuntas
Minggu, 22 Februari 2026 | 18:47 WIB
Makassar, Beritasatu.com – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan akan menangani secara profesional dan transparan atas kasus meninggalnya seorang polisi muda yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di asrama kepolisian.
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham menegaskan, pihaknya telah turun melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Bripda DP (19), anggota Polri yang baru lulus pendidikan pada 2025 lalu.
“Propam saat ini mendalami secara menyeluruh penyebab kematiannya. Semua kemungkinan akan kami dalami,” ujar Kombes Pol Zulham kepada wartawan di RSUD Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanya, Kota Makassar, Minggu (22/2/2026).
Kombes Pol Zulham menjelaskan, informasi awal yang diterima Bid Propam berasal dari Direktorat Samapta Polda Sulsel. Dalam laporan tersebut, Bripda DP disebut mengalami sakit setelah salat subuh sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.
Namun, pihak keluarga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian korban. Dugaan itu muncul setelah mereka melihat darah keluar dari mulut korban dan sejumlah lebam di tubuhnya.
Padahal sebelum kejadian, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga dan tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun.
“Atas dasar dugaan tersebut, Propam langsung melakukan pendalaman,” tuturnya.
Untuk memastikan penyebab kematian secara medis dan objektif, jenazah Bripda DP dipindahkan dari RSUD Daya ke Biddokkes Polda Sulsel untuk pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan ini mencakup visum luar, visum dalam, hingga autopsi apabila mendapat persetujuan keluarga.
“Jika keluarga mengizinkan, autopsi akan kami lakukan. Semua prosedur dijalankan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kombes Pol Zulham menegaskan, Bid Propam Polda Sulsel berkomitmen penuh mengungkap fakta sebenarnya kasus ini, termasuk jika ditemukan unsur kekerasan atau pelanggaran disiplin oleh oknum anggota Polri.
“Kami bertindak profesional dan transparan. Tidak ada yang kami tutup-tutupi. Jika memang terjadi kekerasan, pasti akan kami ungkap dan tindak tegas sesuai hukum,” tutupnya.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Propam mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan yang sedang berjalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




