ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemprov Sumsel Gelar Apel dan Simulasi Siaga Bencana Karhutla

Minggu, 21 Juli 2024 | 09:50 WIB
AP
IC
Penulis: Andika Pratama | Editor: CAH
Petugas manggala agni berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Petugas manggala agni berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Antara/Antara)

Palembang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui SK Gubernur Sumsel Nomor 393 tanggal 13 Juni 2024 telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk itu, Pemprov Sumsel menyelenggarakan apel dan simulasi karhutla di halaman Griya Agung Palembang pada Sabtu (20/7/2024) dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Kegiatan ini diikuti ratusan personel dari TNI, Polri, instansi/lembaga, dan perusahaan di Sumsel.

"Apel ini adalah wujud kepedulian kita dan menunjukkan kesiapan dari seluruh unsur yang ada di Sumsel dalam mencegah karhutla," ungkap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya yang juga memimpin jalannya apel dan simulasi ini.

ADVERTISEMENT

Menurut Airlangga karhutla menimbulkan kerugian ekonomi, oleh karenanya perlu dilakukan beberapa langkah urgensi antara lain, upaya pencegahan yang diprioritaskan, serta manajemen penanggulangan yang harus dioptimalkan. 

Lebih lanjut, Managing Director APP Group Suhendra Wiriadinata yang turut hadir dalam acara menyampaikan dukungannya kepada Pemprov Sumsel dalam menanggulangi dan mencegah bencana karhutla. 

"Hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama dalam pencegahan karhutla yang juga sejalan dengan sustainability roadmap vision (SRV) 2030 kami," ungkapnya.

Dalam menanggulangi karhutla PT OKI Pulp & Paper Mills beserta perusahaan-perusahaan mitra pemasoknya, menerapkan strategi pengendalian kebakaran terpadu (integrated fire management/ IFM), yang terdiri dari 4 pilar, yakni pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat.

Sementara itu, GM Fire Management APP Group Sujica Lusaka, menjelaskan bahwa pihaknya memaksimalkan dan menambah jumlah fire tower, sehingga hampir seluruh konsesi APP Group dapat terpantau secara maksimal. 

"Untuk daerah yang blank spot atau sulit dipantau, dapat dijangkau dengan drone," ujar Sujica.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

NUSANTARA
Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

SUMATERA SELATAN
Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

NASIONAL
Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

NUSANTARA
BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon