Terekam CCTV, Penyiram Air Keras di Palembang Diburu Polisi
Selasa, 15 Juli 2025 | 20:47 WIB
Palembang, Beritasatu.com — Kasus penyiraman air keras terhadap seorang pria paruh baya, Idham Aziz (66) di Palembang terus didalami oleh pihak kepolisian. Dua pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat melancarkan aksinya kini dalam pengejaran aparat.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, menyatakan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum Polda Sumsel) telah melakukan penyelidikan intensif sejak laporan pertama diterima.
"Setelah menerima laporan, kami langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan. Hingga saat ini, proses masih terus berjalan," ujar Kombes Nandang, Selasa (15/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban. "Sudah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk korban," jelasnya.
Mengenai dua pelaku yang langsung melarikan diri usai kejadian, Nandang memastikan bahwa tim kepolisian telah dikerahkan untuk memburu pelaku. “Kedua pelaku masih dalam proses pencarian. Jika sudah ditangkap, baru bisa diungkap motif di balik aksi keji ini,” tegasnya.
Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis malam (10/7/2025) pukul 22.38 WIB di kediaman korban di Jalan Residen Najamudin, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang.
Menurut kesaksian menantu korban, Ibnu Richard Hidayat (29), saat kejadian korban sedang duduk santai di teras rumah, sementara dirinya berada di dalam.
"Tiba-tiba datang sepeda motor berboncengan. Penumpangnya turun dan mendekati mertua saya, lalu menanyakan apakah saya ada di rumah," tutur Ibnu.
Setelah dijawab bahwa Ibnu berada di dalam rumah, pelaku yang mengenakan jaket biru dan topi langsung mengeluarkan cairan dari jaketnya dan menyemprotkannya ke wajah Idham.
"Mertua saya langsung berteriak kesakitan sambil mengusap wajahnya. Saya keluar rumah dan sempat mengejar pelaku, tapi mereka langsung kabur menggunakan motor Honda Beat Street warna hitam," ujarnya.
Seluruh kejadian terekam jelas oleh CCTV yang terpasang di sekitar rumah korban. Rekaman ini menjadi alat bantu penting dalam identifikasi pelaku.
Pihak keluarga berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal atas tindakan yang telah melukai secara fisik dan psikologis korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




