4 Kepala Dinas Sumut Mundur pada Era Bobby Nasution, 1 karena Korupsi
Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dalam beberapa bulan terakhir, dinamika di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) kembali menjadi sorotan publik.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, sejumlah pejabat eselon II memilih mundur dari jabatannya. Fenomena ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik keputusan para kepala dinas tersebut.
Dalam kurun waktu sembilan bulan masa kepemimpinan Bobby Nasution, tercatat sudah beberapa kepala dinas mengundurkan diri dengan alasan berbeda-beda.
Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut daftar kepala dinas yang memutuskan mundur dari jabatannya:
Kepala Dinas Sumut yang Mundur
1. Ilyas Sitorus
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut Ilyas Sitorus, menjadi pejabat pertama yang mundur pada era Bobby Nasution.
Ia mengajukan pengunduran diri pada Senin (24/3/2025), hanya sehari sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan perangkat lunak perpustakaan digital di Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara.
Kasus yang menjeratnya terjadi saat Ilyas masih menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Batu Bara pada tahun 2021. Proyek tersebut diduga merugikan negara hingga Rp 1,8 miliar.
Dalam surat yang disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Ilyas menyebut alasan pengunduran dirinya adalah untuk mengajukan pensiun dini.
Namun, publik menilai langkah ini berkaitan erat dengan status hukumnya yang baru akan diumumkan satu hari kemudian.
2. Muhammad Rahmadani Lubis
Pejabat berikutnya yang mundur adalah Muhammad Rahmadani Lubis, kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut. Ia resmi mengundurkan diri pada 16 Mei 2025.
Dalam laporannya ke BKD, Rahmadani menyatakan bahwa dirinya ingin fokus pada pendidikan.
Kepala BKD Sumut Sutan Tolang Lubis, saat itu tidak merinci lebih jauh maksud dari fokus pendidikan yang dimaksud Rahmadani.
Meski demikian, pernyataan resmi ini menambah daftar pejabat yang meninggalkan jabatan penting di masa pemerintahan Bobby Nasution.
3. Hasmirizal
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Hasmirizal, menyusul langkah serupa dengan mengajukan pengunduran diri pada 14 Oktober 2025. Dalam keterangan resminya, ia menyebut alasan pribadi, yaitu ingin fokus memperhatikan keluarga.
Namun, di tengah kabar tersebut, muncul isu bahwa pengunduran diri Hasmirizal disebabkan oleh insiden di mana ia disebut-sebut diusir oleh Bobby Nasution dalam sebuah kegiatan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Menanggapi isu tersebut, Bobby Nasution membantah adanya tindakan pengusiran. Ia menegaskan bahwa Hasmirizal mundur murni karena alasan keluarga.
"Kalau itu (karena tersinggung diusir) saya rasa enggak ada ya," ujar Bobby di kantornya, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, Bobby menambahkan bahwa dalam menjalankan pemerintahan, setiap pejabat memiliki target kerja yang harus dicapai. Bila target tidak tercapai, menurutnya, masyarakatlah yang paling berhak merasa kecewa.
"Kalau tersinggung-tersinggungan, saya ingatkan, kita ini kerja. Kalau target tidak tercapai, yang boleh tersinggung siapa? Masyarakat," tegasnya.
Sementara, Hasmirizal mengatakan, pengunduran diri tersebut karena alasan mau istrahat dari rutinitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Saya mau istrahat saja, bukan karena alasan lain-lain," ujarnya, dikutip dari Beritasatu Network, medanbisnisdaily.com, Rabu (22/10/2025).
4. Rajali
Pejabat terakhir yang mundur adalah Rajali, kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Ia resmi menyampaikan pengunduran diri pada Senin (20/10/2025), dengan alasan kesehatan.
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa dirinya memahami dan menghormati keputusan Rajali. Ia menjelaskan bahwa Rajali memang sudah beberapa kali absen dalam rapat karena alasan kesehatan.
"Pak Kadis Ketapang sakit, saya sudah melihat sendiri. Beberapa kali rapat selalu diwakilkan karena memang kondisi kesehatannya," ujar Bobby saat diwawancarai di kantornya, Selasa (21/10/2025).
Bobby juga menuturkan bahwa Rajali sempat terjatuh saat menunaikan salat Jumat, menandakan kondisi fisiknya memang kurang fit. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan lain selain sakit di balik pengunduran diri tersebut.
Dalam waktu kurang dari sembilan bulan kepemimpinannya, Bobby Nasution sudah menghadapi empat pengunduran diri pejabat penting di lingkungan Pemprov Sumut. Sebagai pemimpin muda, Bobby Nasution terus berupaya menjaga stabilitas birokrasi di Sumatera Utara agar tetap solid dalam mencapai target pembangunan daerah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




