BMKG Ungkap Gempa NTB-Bali Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia
Rabu, 21 Agustus 2024 | 21:36 WIB
Jambi, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB)-Bali pada Rabu (21/8/2024) malam disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
"Benar, gempa dangkal ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Lokasi gempa berada di Samudera Hindia, bagian selatan Bali hingga Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat," ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, di Jambi, Rabu (21/8/2024).
Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,2 ini terjadi pada Rabu (21/8/2024) pukul 19.58 Wita.
Episentrum gempa terletak di laut pada koordinat 10,27° LS ; 116,42° BT, atau sekitar 175 kilometer tenggara Kabupaten Lombok Tengah, NTB, dengan kedalaman 48 kilometer.
Getaran gempa ini dirasakan di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, Sumbawa Barat dengan intensitas III MMI. Di Bali, guncangan juga dirasakan di Kota Denpasar, Klungkung, dan Karangasem dengan intensitas II MMI.
Menurut Daryono, analisis menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh pergerakan sesar naik atau thrust fault.
Hingga pukul 20.40 Wita, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan dan tidak ada laporan kerusakan yang ditimbulkan. Daryono juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




