ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Imbas Banjir Bali, Gubernur Koster Stop Beri Izin Alih Fungsi Lahan

Minggu, 14 September 2025 | 06:05 WIB
SH
IC
Penulis: Sopian Hadi | Editor: CAH


Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq.
Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Denpasar, Beritasatu.com - Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan mulai tahun ini tidak akan memberikan izin alih fungsi lahan produktif menjadi proses komersial. Hal ini dilakukan agar tidak terulang lagi banjir besar yang melanda Bali. 

"Mulai tahun ini 2025 sudah tidak ada lagi alih fungsi lahan produktif untuk menjadi proses komersial. Saya sudah komunikasi dengan pemimpin daerah masing-masing dan setelah penanganan banjir ini kita akan kumpul lagi agar tidak lagi mengeluarkan izin untuk hotel, restoran, atau wisata lain menggunakan lahan produktif apalagi sawah," tegas Koster seusai rapat koordinasi mengenai banjir Bali, Sabtu (13/9/2025).

Koster juga memberikan update korban banjir Bali baik yang meninggal dunia maupun orang hilang. 

ADVERTISEMENT

"Kalau mengenai banjir dan ini data terakhir har ini adalah yang meninggal dunia sebanyak 17 orang dengan perincian 11 di Denpasar, satu di Badung, dua orang dari kabupaten Jembrana dan tiga orang Gianyar . Untuk korban yang hilang berjumlah 5 orang," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan evaluasi terhadap banjir yang terjadi tidak akan main-main. Pasalnya, Bali dikenal di mata dunia, maka dari itu akan melakukan evaluasi terkait rata ruang.

"Nantinya tim Kementerian Lingkungan Hidup dan provinsi kabupaten dan kota akan mendesain evaluasi terhadap kajian lingkungan hidup strategis dari tata ruang Provinsi Bali," katanya. 

Hanif menyebut konversi di Bali sudah terjadi sejak tahun 2015. Lahan hutan seluas 400, 59 hektare diubah menjadi nonhutan. Kini dikatakannya, sisa hutan di Bali hanya 1.500 hektare. 

"Ini sangat serius karena saat hujan yang ekstrem itu pengaruhnya sangat besar untuk Bali ini," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sensasi Adrenalin Ayunan Kayu di Mengwi Badung Bali

Sensasi Adrenalin Ayunan Kayu di Mengwi Badung Bali

LIFESTYLE
Waspada! Gelombang Tinggi 4 Hari Terjadi di Selatan Jawa hingga Bali

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Hari Terjadi di Selatan Jawa hingga Bali

NUSANTARA
Hadapi Musim Liburan, Pertamina Perketat Penyaluran Avtur di Bali

Hadapi Musim Liburan, Pertamina Perketat Penyaluran Avtur di Bali

EKONOMI
Rieke Usul Bali Jadi Pilot Project Sistem Imigrasi Terintegrasi

Rieke Usul Bali Jadi Pilot Project Sistem Imigrasi Terintegrasi

NASIONAL
BI Kenalkan KEK Sanur kepada 6 Dubes Negara Sahabat

BI Kenalkan KEK Sanur kepada 6 Dubes Negara Sahabat

EKONOMI
OTT Imigrasi Jakarta Barat Merembet ke Bali

OTT Imigrasi Jakarta Barat Merembet ke Bali

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon