Gubernur Wayan Koster Minta Koperasi di Bali Jual Produk Babi
Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:47 WIB
Denpasar, Beritasatu.com - Gubernur Bali Wayan Koster meminta koperasi-koperasi di Bali menjual produk lokal, seperti babi dan beras Sudaji. Hal itu untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi Bali yang berbasis potensi lokal, produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya harus menjadi kekuatan utama kita,” kata Koster saat menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali yang membahas penguatan koperasi multipihak yang beranggotakan koperasi-koperasi eksisting di Bali, Sabtu (17/1/2026).
Gubernur Koster ingin mempertegas arah pembangunan ekonomi Bali berbasis kearifan lokal melalui pentingnya koperasi mengedepankan produk asli Bali dengan identitas dan branding Bali yang kuat.
Ini merupakan pengejawantahan dari konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dicanangkan Pemprov Bali, yakni sistem ekonomi yang berpihak kepada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan budaya Bali.
Koperasi diminta fokus pada pengembangan usaha sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar penting ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Koster menilai Bali memiliki banyak potensi UMKM sektor pangan yang mungkin tidak besar dari sisi luasan cakupan, tetapi jumlahnya banyak dan memiliki keunggulan kualitas untuk dikembangkan secara serius.
“UMKM pangan kita ini kecil-kecil, tetapi banyak, kalau ditata dengan baik, bisa kita dorong agar bergaung di level nasional,” ujarnya dikutip dari Antara.
Adapun salah satu komoditas produk lokal yang menjadi perhatian khusus, adalah peternakan babi. Bali memiliki sumber daya manusia peternak babi yang unggul dan berpengalaman.
Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, ia meyakini Bali berpeluang mengambil peran strategis dalam pasar babi nasional dibantu koperasi sebagai wadah menyalurkannya.
Selain itu, pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali yang diintensifkan di lokasi tertentu, serta pengembangan babi ras guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Selain sektor peternakan, Pemprov Bali juga mendorong koperasi mengembangkan komoditas pertanian unggulan, salah satunya padi Sudaji.
“Berdasarkan hasil riset, padi Sudaji memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 105 hari, dengan hasil yang menjanjikan per hektare menjadikan komoditas ini potensial untuk mendukung kemandirian pangan Bali,” kata Wayan Koster.
Kepada perwakilan koperasi-koperasi di Bali, Pemprov Bali menjanjikan akan memperkuat regulasi dan infrastruktur, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Koster menegaskan bahwa upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem Ekonomi Kerthi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta menjauhkan sistem ekonomi daerah dari dominasi kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat.
“Kami ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan, inilah Ekonomi Kerthi Bali,” ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




