Protes Unik, Warga Lebak Pancing Ikan di Kubangan Jalan Rusak
Minggu, 22 Juni 2025 | 14:48 WIB
Lebak, Beritasatu.com – Kesal karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki selama lebih dari 20 tahun, warga Kampung Pasirbinglu, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar aksi protes unik dengan cara memancing ikan di kubangan jalan berlubang, Minggu (22/6/2025).
Kubangan besar yang dipenuhi air dan lumpur itu dijadikan kolam buatan oleh warga untuk menyampaikan sindiran keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, yang dinilai lamban dalam menangani infrastruktur desa.
Pantauan Beritasatu.com di lokasi, tampak beberapa warga pria duduk jongkok sambil memegang alat pancing di pinggir kubangan air berlumpur yang menyerupai kolam kerbau.
Salah satu warga, Bobi, mengatakan jalan poros desa sepanjang 3 kilometer itu rusak parah dan belum pernah diperbaiki secara signifikan selama lebih dari 20 tahun.
"Kerusakan jalan ini sebenarnya sudah sekitar 20 tahunan. Dahulu memang pernah ada perbaikan, tetapi itu hanya pengerasan batu saja," ujar Bobi kepada Beritasatu.com.
Aksi memancing ini, menurut Bobi, adalah bentuk kekesalan warga terhadap pemerintah yang tak kunjung memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju sekolah, puskesmas, dan kebun.
Bobi menambahkan, meskipun ada program bantuan pembangunan jalan seperti Program Bang Andra Soni, tetapi belum terealisasi hingga kini.
Warga lain, Rusmani, mengeluhkan kerusakan jalan yang menghubungkan sejumlah kampung seperti Ciperang, Leuwiurug, Pedes, Nangklak, hingga ke Puskesmas Sarageni.
"Sudah lama jalan ini rusak, seperti tidak diurus. Padahal jalan ini jalan lalu lintas warga sehari-hari," ungkapnya.
Menurut Rusmani, kondisi jalan sangat menyulitkan, terutama saat musim hujan dan masa panen.
Lebih memprihatinkan, banyak anak sekolah yang terjatuh saat melewati jalan rusak tersebut karena jalur alternatif terlalu jauh untuk dijangkau.
Warga berharap aksi simbolis ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah, mengingat pentingnya jalan tersebut untuk mobilitas, pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintahan desa saat ditemui belum bersedia memberikan keterangan terkait kondisi kerusakan jalan poros desa tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




