Kesabaran Habis, Warga Lebak Tanam Pisang di Jalan Rusak
Minggu, 28 Desember 2025 | 21:19 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Kesabaran warga Kampung Kasendor, Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten akhirnya habis. Jalan poros kabupaten di wilayah tersebut rusak parah selama belasan tahun tanpa perbaikan berarti. Jalan yang menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian warga itu kini berubah menjadi kubangan lumpur.
Sebagai bentuk protes, warga nekat menanam pohon pisang dan talas di tengah jalan yang rusak dan berlumpur. Aksi ini dilakukan sebagai sindiran keras kepada pemerintah daerah agar segera memperbaiki kondisi jalan.
Pantauan Beritasatu.com di lokasi, Minggu (28/12/2025), menunjukkan kondisi jalan menyerupai kubangan kerbau. Lumpur tebal menggenang di sejumlah titik, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kerap tergelincir dan kesulitan melintas.
Aksi protes warga memuncak saat sejumlah ibu rumah tangga menghadang mobil besar pengangkut ayam potong yang melintas di jalur tersebut. Kendaraan bertonase besar itu dituding menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Selain menghadang kendaraan, warga secara simbolik menanam pohon pisang dan talas di tengah jalan.
“Mau ditanami padi juga bisa, ini jalannya sudah kayak sawah,” celetuk seorang warga dengan nada geram.
Saryunah (54), warga setempat, mengatakan kerusakan jalan terjadi di beberapa kampung, di antaranya Kampung Pengasih Pasir, Pengasih Koki, Pasir Keris, hingga Kaso. Ia menyebut jalan tersebut rusak sejak 2009 dan belum pernah tersentuh pembangunan hingga kini.
“Sudah capek, ingin jalan bagus. Dari 2009 sampai sekarang enggak ada pembangunan sedikit pun,” kata Saryunah.
Menurut Saryunah, panjang jalan rusak mencapai sekitar lima kilometer dan merupakan akses utama menuju Pandeglang, Serang, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi warga. Kondisi jalan semakin parah akibat lalu lalang kendaraan bertonase besar milik perusahaan, terutama truk pengangkut ayam, pakan, dan limbah ternak.
Kerusakan jalan berdampak langsung terhadap keselamatan warga. Kecelakaan sering terjadi akibat kondisi jalan yang licin dan berlumpur.
“Yang motor terguling, mobil susah lewat. Beceknya bukan main, dalam,” kata Saryunah.
Keluhan serupa disampaikan Baim (43), pedagang es keliling yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Selama empat tahun berjualan, ia mengaku tidak pernah melihat adanya perbaikan jalan.
“Terganggu jelas. Pernah jatuh juga. Kasihan masyarakat, penjual juga,” ujarnya.
Baim berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menindaklanjuti kerusakan jalan poros kabupaten tersebut.
“Tolong dibagusin jalannya. Biar ekonomi lancar, anak sekolah lancar, yang kerja dan jualan juga lancar,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




