ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

191 Kekerasan Seksual Perempuan-Anak di Tangerang, Medsos Jadi Pemicu

Kamis, 13 November 2025 | 14:30 WIB
WK
SM
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: SMR
Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman.
Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Sebanyak 191 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten sejak Januari hingga awal November 2025. Korban didominasi dari kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman menjelaskan sebagian besar kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dilaporkan tersebut dipengaruhi konten media sosial (medsos).

"Mayoritas korban itu kebanyakannya di usia sekolah. Media sosial juga pengaruhnya besar, karena kan media sosial aksesnya bebas," kata Asep, Kamis (13/11/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kemudahan akses terhadap konten di media sosial membuat anak-anak rentan terpapar perilaku negatif yang kemudian berdampak pada tindakan kekerasan, baik secara langsung maupun melalui dunia maya.

Asep mengakui Pemerintah Kabupaten Tangerang kesulitan mengawasi atau memantau kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut yang terjadi di media sosial. 

"Sementara kita belum bisa untuk melakukan pemantauan, soalnya kan itu harus canggih ya, pegawai kita juga terbatas," jelasnya.

Karenanya, Asep berujar, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung rencana kebijakan pemerintah pusat yang akan membatasi permainan gim online dan media sosial di kalangan pelajar yang melibatkan empat kementerian. 

"Pemerintah pusat sudah membahas pembatasan medsos untuk anak-anak itu dan itu lagi disosialisasikan," ujarnya.

Asep mengimbau agar masyarakat perlu berhati-hati dalam melakukan interaksi dengan orang lain di media sosial guna mencegah terjadinya aksi pelecehan seksual berbasis online di ruang digital.

"Saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, tetap jaga sikap meskipun kita sudah mengenal, sifat kehati-hatian harus tetap dijaga," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon