ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tercemar Pestisida, Warga Diimbau Tak Konsumsi Air Sungai Cisadane

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:58 WIB
WK
DM
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: DM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi air Sungai Cisadane yang terindikasi tercemar zat kimia berbahaya. Pencemaran diduga berasal dari residu kebakaran gudang pestisida di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi air Sungai Cisadane yang terindikasi tercemar zat kimia berbahaya. Pencemaran diduga berasal dari residu kebakaran gudang pestisida di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi air Sungai Cisadane yang terindikasi tercemar zat kimia berbahaya. Pencemaran diduga berasal dari residu kebakaran gudang pestisida di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengingatkan paparan zat kimia pestisida dalam jangka panjang berisiko serius terhadap kesehatan, termasuk potensi kanker usus. “Risiko jangka panjang zat kimia salah satunya kanker. Kalau masuk ke lambung, berisiko menyebabkan kanker usus,” ujar Hendra, Selasa (10/2/2026).

Selain air sungai, Hendra juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane. Hal itu karena dikhawatirkan telah terpapar bahan kimia beracun. “Kami berharap masyarakat tidak mengonsumsi ikan-ikan di Sungai Cisadane terlebih dahulu karena belum dapat dipastikan benar-benar aman atau tidak,” imbaunya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat menghanguskan satu gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (9/2/2026).

Insiden tersebut berdampak serius terhadap lingkungan sekitar. Aliran sungai di sekitar lokasi kebakaran dilaporkan mengalami perubahan warna dan bau, serta ditemukan ikan-ikan mati dan berenang tidak normal, seperti kehilangan kesadaran.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang telah mengambil sampel air Sungai Cisadane untuk dilakukan uji laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kandungan zat pencemar serta tingkat keasaman (pH) air.

Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar dua pekan. Selama proses tersebut berlangsung, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan konsumsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon