ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ikan Mati Diduga Tercemar Kimia, Nelayan Tangerang Berhenti Melaut

Minggu, 15 Februari 2026 | 22:54 WIB
WK
BW
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: BW
Aktivitas nelayan Tangerang terhenti setelah ribuan ikan mati diduga akibat cemaran kimia yang mengalir hingga pesisir laut utara, Minggu 15 Februari 2026.
Aktivitas nelayan Tangerang terhenti setelah ribuan ikan mati diduga akibat cemaran kimia yang mengalir hingga pesisir laut utara, Minggu 15 Februari 2026. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com — Aktivitas nelayan di wilayah pesisir utara Tangerang terhenti total setelah terjadi kematian massal berbagai biota laut, seperti ikan, kerang, dan udang yang diduga tercemar limbah kimia.

Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan ikan-ikan mati mengapung dan terdampar di kawasan pesisir. Dugaan sementara, pencemaran tersebut berkaitan dengan residu bahan kimia dari gudang pestisida milik PT BS yang sebelumnya mengalami kebakaran di Tangerang Selatan.

Pantauan di kawasan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Minggu (15/2/2026) sore, memperlihatkan banyak perahu nelayan hanya bersandar di muara Sungai Cisadane tanpa aktivitas melaut seperti biasanya.

ADVERTISEMENT

Alih-alih pergi menangkap ikan, sejumlah nelayan tampak memperbaiki perahu, merajut jaring, atau sekadar berkumpul di tepian sungai menunggu kondisi perairan kembali normal. Lalu lintas kapal nelayan hingga perairan lepas pun terlihat sepi sejak siang hingga malam hari.

Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Tanjung Pasir, Erni Kumalasari, mengatakan kegiatan melaut praktis terhenti sejak empat hari terakhir. “Jadi nelayan itu sudah sekitar empat hari tidak mencari ikan. Udang dan kerang di bagan-bagan juga banyak yang mati,” ujar Erni.

Ia menjelaskan, pencemaran tersebut membuat kondisi air berubah, terasa berminyak, dan mengeluarkan bau tidak biasa. Bahkan, informasi yang diterima pihaknya menyebut dampaknya telah menjangkau wilayah Pulau Pari hingga Pulau Untung Jawa.

Salah seorang nelayan, Sahlan, mengungkapkan sejumlah jenis ikan yang biasa ditangkap kini ditemukan mati mengapung, di antaranya ikan samge, duri, payus, ikan putih, hingga bulan-bulan. “Sekitar satu ton lebih ikan mati mengambang di perairan,” kata Sahlan.

Menurutnya, para nelayan memilih menghentikan sementara aktivitas melaut karena khawatir hasil tangkapan telah terkontaminasi zat berbahaya yang bisa merugikan konsumen. “Pembeli juga takut mengonsumsi ikan kalau tercemar limbah,” tambahnya.

Hingga kini, para nelayan masih menunggu kondisi laut kembali aman sebelum kembali melaut, sementara penyebab pasti pencemaran masih ditelusuri pihak terkait.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon