ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Andra Soni Panggil Bupati dan Wabup Lebak Pascaribut Saat Halalbihalal

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB
B
SM
Penulis: Budiman | Editor: SMR
Gubernur Banten Andra Soni (kanan) bersama Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya (kiri).
Gubernur Banten Andra Soni (kanan) bersama Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya (kiri). (Beritasatu.com/Pemprov Banten)

Rangkasbitung, Beritasatu.com - Gubernur Banten Andra Soni memanggil Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah ke Pendopo Gubernur Banten di KP3B, Kota Serang, Selasa (31/3/2026).

Pemanggilan ini dilakukan menyusul memanasnya relasi politik di internal Pemerintah Kabupaten Lebak, pascakeributan antara Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan wakilnya. Pernyataan Hasbi yang menyinggung latar belakang pribadi Amir Hamzah memicu polemik terbuka, menjadi sorotan publik, dan memperlebar ketegangan di kalangan elite politik daerah.

Langkah gubernur dinilai sebagai intervensi politik administratif untuk meredam eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Upaya ini sekaligus menegaskan peran gubernur sebagai representasi pemerintah pusat dalam menjaga harmonisasi kepemimpinan di daerah.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hasbi telah tiba lebih awal di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, Amir Hamzah belum terlihat hadir hingga pukul 11.44 WIB, memunculkan spekulasi mengenai dinamika komunikasi di antara kedua pimpinan tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan membenarkan agenda pemanggilan tersebut. Ia menegaskan langkah itu merupakan bagian dari kewenangan gubernur dalam melakukan pembinaan terhadap kepala daerah.

"Pemanggilan terhadap kedua pimpinan daerah tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan dan klarifikasi atas dinamika yang terjadi," ujar Deden kepada wartawan.

Menurutnya, pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal deeskalasi konflik politik di tingkat lokal, sekaligus memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Lebak tetap berjalan stabil dan tidak terdistraksi oleh friksi personal di level pimpinan.

Pemerintah Provinsi Banten juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ketegangan yang berlarut dinilai tidak hanya berdampak pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas pelayanan publik.

Situasi ini menjadi ujian bagi soliditas kepemimpinan daerah, sekaligus cerminan bagaimana konflik elite lokal dapat dengan cepat bertransformasi menjadi isu publik yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan kedua pejabat daerah yakni Hasbi Asydiki Jayabaya dan Wakilnya Amir Hamzah belum memberikan keterangan resmi terkait tanggapan terkait pemanggilan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Luncurkan Gemar, Andra Soni Ambil Rapor Putranya di Sekolah

Luncurkan Gemar, Andra Soni Ambil Rapor Putranya di Sekolah

BANTEN
Industri di Banten Diminta Prioritaskan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Industri di Banten Diminta Prioritaskan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

BANTEN
Banten Miliki 801 Sekolah Gratis, 60.705 Siswa Sudah Terima Manfaat

Banten Miliki 801 Sekolah Gratis, 60.705 Siswa Sudah Terima Manfaat

BANTEN
Banten Jadi Provinsi Pertama Terapkan Program Sekolah Aman dan Nyaman

Banten Jadi Provinsi Pertama Terapkan Program Sekolah Aman dan Nyaman

BANTEN
Andra Soni Ikut Mumuluk Bareng pada Seba Baduy 2026

Andra Soni Ikut Mumuluk Bareng pada Seba Baduy 2026

BANTEN
Andra Soni: Masyarakat Baduy Mengajarkan Kita Taat Lestarikan Alam

Andra Soni: Masyarakat Baduy Mengajarkan Kita Taat Lestarikan Alam

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon