ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sumiyatun Menangis Bangga Melihat Video Anaknya Sukses Di Jepang

Jumat, 9 Desember 2022 | 21:15 WIB
FW
FW
Penulis: Freddy Wally | Editor: FW
Sumiyatun ditemani suaminya Abdul Ghofur terharu, bangga sekaligus bercampur rindu mengingat perjuangan anaknya yang lulusan SMKN Jateng Kampus Pati dan bisa bekerja di Jepang.
Sumiyatun ditemani suaminya Abdul Ghofur terharu, bangga sekaligus bercampur rindu mengingat perjuangan anaknya yang lulusan SMKN Jateng Kampus Pati dan bisa bekerja di Jepang. (Koleksi Pemprov Jawa Tengah/Dokumentasi )

Kudus, Beritasatu.com - Sumiyatun tak mampu menahan derai air mata ketika menceritakan anaknya, Rafli Saputro yang sukses menapaki dunia kerja di Jepang. Ia berkali-kali mengaku bangga kepada anaknya yang hanya lulusan SMKN Jateng Kampus Pati itu.

Bagaimana tidak, anak ke empatnya itu kini telah menjadi apa yang diharapkan keluarga. Bekerja di luar negeri dengan gaji yang lebih dari cukup. Bahkan, mampu membelikan sebidang tanah, merenovasi rumah dan rutin mengirim uang untuk kebutuhan orangtuanya di kampung halaman.

Rafli adalah satu dari sekitar 1000-an alumni SMKN Jateng yang viral karena mem-posting video kisah kesuksesannya di Jepang lewat akun Instagram pribadi. Postingan tersebut lalu di-reposting oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, beberapa waktu. Ia yang lulus pada tahun 2018 silam kini sudah bekerja di ITAX, salah satu anak perusahaan Panasonic. Tercatat, Rafli sudah bekerja selama 3 tahun.

Sumiyatun yang ditemani suaminya Abdul Ghofur kembali menetaskan air mata ketika melihat video anaknya tersebut. Rasa bangga dan rindu bercampur, karena sudah tiga tahun anaknya pun tidak pulang.

ADVERTISEMENT

"Iya Alhamdulillah senang, bahagia saya sampai tidak bisa ngomong. Saya bersyukur lihat Rafli bisa membantu orangtua," ujarnya, saat ditemui di rumahnya Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Jumat (9/12/2022).

Ia mengaku tidak bisa berkata-kata, karena tidak menyangka anaknya itu bisa menyelesaikan pendidikan tingkat atas. Sebab, saat Rafli lulus SMP tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah.

Sumiyatun bekerja pada tetangganya, hanyalah buruh pemotong filter rokok. Pendapatannya tidak menentu. Sedangkan bapaknya adalah pekerja serabutan setelah pensiun dari buruh pabrik.

Menurutnya, SMKN Jateng itu sebagai bukti kepedulian seorang Gubernur Ganjar Pranowo dalam hal pendidikan. Bukan hanya sistem dan kurikulumnya, tapi juga memberi kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk bisa mendapatkan pendidikan gratis.

"Ya tidak bisa ngomong, saya bangga. Wong, waktu lulus SMP itu bapaknya tidak kerja jadi tidak ada biaya sama sekali. Dan, Rafli bisa sekolah di SMKN Jateng karena dari Pak Ganjar. Sekolahnya gratis tidak ditarik biaya apapun. Sekolahnya berhasil mendidik anak-anak dengan baik, kedisiplinannya juga baik," imbuhnya.

Rafli menjadi bukti  jebolan SMKN Jateng yang sukses karena mampu mengubah kondisi ekonomi keluarganya.

"Sekarang kerja di Jepang, alhamdulillah tiap bulan kirim uang, sudah beli tanah dan renovasi rumah. Terharu, bangga, bersyukur nikmat. Sudah mengubah kondisi keluarga," ungkapnya.

Ia berpesan kepada anaknya untuk tetap rendah hati dan tidak meninggalkan ibadah salat lima waktu.

"Semoga diberi sehat, tetap rendah hati dan jangan lupa salat," ucapnya.

Begitu pula dengan Abdul Ghofur. Anaknya itu memiliki rasa peduli terhadap keluarga. Dari sebagian gajinya, ditabung dan dikirim untuk membantu kehidupan orang tuanya.

"Alhamdulillah sudah bisa merenovasi rumah. Kalau dulu ada yang bocor sekarang tidak. Renovasi bagian atap sama menambah dinding bagian depan," katanya.

Rumahnya yang dulu kondisinya rusak dan bocor di bagian atap, kini telah diperbaiki. Bahkan bertambah lebar di bagian depan dengan dinding tembok yang kokoh.

Selain itu, Rafli juga membelikan sebidang tanah senilai Rp 125 juta. Saat ini, tanahnya dirawat oleh Ghofur, dan menjadi investasi di masa depan.

"Sekarang saya kelola, tapi ke depan akan saya kembalikan ke Rafli kalau nanti sudah berkeluarga dan mau bangun rumah," tuturnya.

Baginya, sikap anaknya itu tidak lepas dari pola didik selama bersekolah di SMKN Jateng.

"Iya, sekolahnya disiplin. Dan, semuanya gratis tidak ada biaya apapun. Saya berterimakasih sekali," imbuhnya.

Jika tidak ada SMKN Jateng, ungkap Ghofur, anaknya hanya lulusan SMP dan (mungkin) tidak akan sesukses seperti saat ini.

"Saya ini tidak kerja. Dulu pernah jadi buruh di pabrik tapi sudah pensiun. Kalau untuk biayai sekolah saya (jujur) tidak ada uang (sama sekali). Alhamdulillah sekolah di SMKN Jateng gratis," tandasnya lagi.

SMKN Boarding School Jateng digagas Ganjar Pranowo sejak tahun 2014. SMKN Jateng saat ini tersebar di tiga lokasi, Kota Semarang, Kabupaten Pati dan Purbalingga. Pada tahun 2022, Ganjar juga telah menambah 15 SMKN Jateng semi boarding school yang menjadi cikal bakal untuk diberlakukan penuh layaknya SMKN Boarding School Jateng yang sudah ada saat ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jepang-Korsel Hadiri Rapat Global Soal Krisis Keamanan Selat Hormuz

Jepang-Korsel Hadiri Rapat Global Soal Krisis Keamanan Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kunjungan Menteri Pertahanan Jepang di Jakarta

Kunjungan Menteri Pertahanan Jepang di Jakarta

MULTIMEDIA
Sjafrie dan Menhan Jepang Teken Kerja Sama Pertahanan Hari Ini

Sjafrie dan Menhan Jepang Teken Kerja Sama Pertahanan Hari Ini

NASIONAL
Jepang Darurat! Kebakaran Hutan Meluas, Ribuan Orang Dievakuasi

Jepang Darurat! Kebakaran Hutan Meluas, Ribuan Orang Dievakuasi

INTERNASIONAL
BMKG Jepang Peringatkan Potensi Gempa Lebih Besar dari Magnitudo 7,5

BMKG Jepang Peringatkan Potensi Gempa Lebih Besar dari Magnitudo 7,5

INTERNASIONAL
Gengsi Tetap Jalan! Trik Gen Z Jepang Patungan Beli Mobil Mewah

Gengsi Tetap Jalan! Trik Gen Z Jepang Patungan Beli Mobil Mewah

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon