Jepang-Korsel Hadiri Rapat Global Soal Krisis Keamanan Selat Hormuz
Selasa, 12 Mei 2026 | 17:23 WIB
Tokyo, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengumumkan kehadirannya secara daring dalam pertemuan terkait situasi keamanan di Selat Hormuz yang diselenggarakan Inggris dan Prancis pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat.
“Hari ini, pukul 23.00, saya akan mengikuti pertemuan daring mengenai Selat Hormuz yang diselenggarakan oleh Inggris dan Prancis,” kata Koizumi dalam rapat Komite Pertahanan Majelis Rendah Parlemen Jepang.
Inggris dan Prancis menjadi tuan rumah pertemuan para menteri pertahanan dari koalisi lebih dari 40 negara untuk membahas situasi keamanan di Selat Hormuz. Pertemuan tersebut akan dipimpin Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, dan Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin.
Negara tetangga Jepang di Asia Timur, Korea Selatan juga dipastikan ikut ambil bagian dalam pertemuan multinasional Selat Hormuz tersebut. Mengingat, baru-baru ini ada serangan terhadap kapal kargo Korea Selatan ‘Namu’ hingga meledak dan terbakar di jalur perairan strategis itu.
Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Mayor Jenderal Angkatan Darat Woo Kyung-suk, akan mewakili negaranya dalam konferensi tersebut.
Mengutip Antara, Selasa (12/5/2026), kantor berita Yonhap melaporkan, lebih dari 40 negara diperkirakan bergabung dalam konferensi tingkat tinggi pertama yang secara khusus membahas upaya keamanan maritim terkoordinasi di Selat Hormuz.
Pertemuan tersebut digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional setelah perang dan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute penting distribusi energi seperti minyak, gas, hingga pupuk global.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya menyimpulkan ledakan dan kebakaran pada Senin (4/5/2026) di kapal kargo HMM Namu yang mengangkut 24 awak kapal disebabkan oleh dua benda terbang tak dikenal.
Presiden AS Donald Trump, sebelumnya mengeklaim Iran yang telah menembak kapal HMM Namu dan sejumlah target lainnya. Namun, Kedutaan Besar Iran di Seoul menegaskan Teheran membantah keterlibatan militernya dalam insiden tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




