ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PDIP Diyakini Tak Meninggalkan Semangat Kerakyatan

Rabu, 4 Januari 2023 | 18:31 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR Puan Maharani berfoto bersama anggota Fraksi PDIP DPR Masa Bakti 2019-2024 di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat  8 Juli 2022
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR Puan Maharani berfoto bersama anggota Fraksi PDIP DPR Masa Bakti 2019-2024 di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat  8 Juli 2022 (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi meyakini PDI Perjuangan atau PDIP tidak meninggalkan ideologi atau khitahnya sebagai partai wong cilik meski bertransformasi menjadi partai modern dalam 10 tahun belakangan. Ari menilai PDIP yang akan berusia 50 tahun merupakan partai yang tidak hanya berkutat pada kekuasaan atau mengejar ektoral.

"Menurut saya dari semua partai politik, hanya PDIP yang menunjukkan muruahnya sebagai partai modern tetapi tidak meninggalkan elan dia, elan partai sebagai partai kerakyatan," kata Ari kepada wartawan, Rabu (4/1/2023).

Menurut Ari, PDIP tidak begitu saja menjadi partai modern. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini sudah melewati jalan yang panjang mulai dari melawan rezim otoriter Orde Baru sampai menjadi oposisi pascareformasi.

ADVERTISEMENT

Dikatakan, politik di Tanah Air menjadi berwarna sejak PDIP berada di pemerintahan dan menempatkan banyak kadernya di eksekutif dan legislatif. Selain itu, PDIP bertindak ketika Indonesia mendapatkan tekanan dari kelompok-kelompok esktremis dan berusaha mengganti ideologi Pancasila.

"PDIP tidak boleh di luar pemerintahan. Apalagi semangatnya hattrick, tidak hanya hattrick tetapi seterusnya. Saya tidak bisa membayangkan di republik ini tidak ada PDIP. Bagaimana tindakan intoleransi, antikebinekaan, tidak ada menjadi pelawan atau pembela dari Pancasila dan NKRI. Menurut saya eksistensi dari PDIP tidak boleh berhenti," kata dosen Universitas Indonesia ini.

Selain itu, Ari menilai PDIP tidak terjebak pada pragmatisme politik, yang hanya sibuk ketika pemilu mau digelar. PDIP mencoba membuat politik disederhanakan dan didekatkan lewat banyak aktivitas di keseharian hidup rakyat.

"Sosialiasi mitigasi kebencanaan, edukasi stunting, pembentukan organ partai di bidang kebudayaan, mempertahankan sertifikat ISO, pengakuan sebagai satu-satunya partai politik bahkan di Asia Tenggara sebagai organisasi berstandar internasional lewat penilaian sistem manajemen dan mutu layanan," paparnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RUU Pemilu: PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Ideal 38 Kursi

RUU Pemilu: PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Ideal 38 Kursi

NASIONAL
Kritik Pernyataan Amien Rais, PDIP: Tak Elok!

Kritik Pernyataan Amien Rais, PDIP: Tak Elok!

NASIONAL
Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

NASIONAL
Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

NASIONAL
PDIP Soroti Usulan Yusril Soal Ambang Batas Parlemen

PDIP Soroti Usulan Yusril Soal Ambang Batas Parlemen

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon