Berpotensi Jadi Cawapres 2024, Yenny Wahid Bisa Tarik Suara NU Kultural
Sabtu, 1 Juli 2023 | 10:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dinilai sebagai sosok yang potensial dan rasional maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. Hal ini mengingat Yenny Wahid merupakan politisi muda perempuan yang merepresentasikan Nahdlatul Ulama (NU).
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, Yenny Wahid dapat mendongkrak suara siapa pun capres yang didampinginya. Terutama, suara dari kalangan NU.
"Yenny Wahid tentu dapat mendongkrak suara dari kaum Nahdliyyin terutama kalangan NU kultural bagi siapa pun pasangannya karena Yenny, politisi muda perempuan yang memiliki garis keturunan langsung dari dari pendiri Nahdlatul Ulama. Yenny Wahid representasi nahdliyin, meskipun secara struktural NU cenderung netral," ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/7/2023).
Kehadiran Yenny, kata Ujang bisa memperkuat elektoral dan kredibilitas pasangannya di Pilpres 2024 terutama pada isu-isu sosial dan keagamaan. Apalagi, kata dia, duet nasionalis dan religius masih menjadi pertimbangan utama pemilih dalam setiap kontestasi demokrasi.
"Dengan menggaet Yenny Wahid sebagai cawapres maka pasangannya akan dikuatkan dengan isu agama. Apalagi NU ini kan dikenal Islam yang moderat dan mengedepankan keindonesiaan dan kebangsaan," katanya.
Menurut Ujang, Yenny Wahid bakal menguatkan pasangannya di wilayah Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Kedua provinsi itu memiliki suara terbanyak selain Jabar dan Banten.
"Jatim dan Jateng ini kan basisnya NU, atau Islam tradisional. Tentu sangat rasional menggaet mbak Yenny jika ingin mengambil suara di wilayah ini," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Dikatakan Ujang, Yenny Wahid saat ini merupakan tokoh independen atau tidak menjadi anggota partai politik mana pun. Posisi tersebut akan menguntungkan Yenny Wahid karena mudah diterima oleh partai koalisi.
"Sebagai tokoh yang independen, Yenny cenderung lebih mudah diterima parpol koalisi. Semua koalisi ini kan cuma soal cawapres saja, di mana semua menyodorkan nama atau kader masing-masing. Dalam situasi ini Yenny lebih mudah diterima karena tidak terikat parpol manapun," kata Ujang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




