Survei Indikator Politik Indonesia: Prabowo-Gibran Lolos ke Putaran 2 Pilpres 2024
Kamis, 18 Januari 2024 | 18:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil survei elektabilitas lembaga survei Indikator Politik Indonesia menemukan pasangan calon (paslon) presiden dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berpeluang lolos ke putaran kedua Pilpres 2024.
Hal ini sesuai rilis elektabilitas berdasarkan simulasi surat suara sebelum debat capres ketiga, dengan angka elektabilitas Prabowo-Gibran 45,8%, mengungguli dua pasangan lainnya.
“Ada dinamika positif buat pasangan Amin (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) yang naik dari 22,8% ke 25,47%, sementara tren negatif buat pasangan nomor urut 3 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD) masih berlanjut yang menurun dari 25,6% menjadi 22,96%,” ungkap founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi secara daring, Kamis (18/1/2024).
Burhanuddin menilai apabila terjadi kejadian luar biasa, kemungkinan satu putaran juga tak terelakkan.
“Yang bisa saya simpulkan dari data ini, adalah satu putaran belum tentu, dua putaran juga belum tentu. Namun, kalau dua putaran kemungkinan besar pasangan nomor urut 2 yang lolos, yang belum clear siapa yang menemani Prabowo-Gibran jika terjadi dua putaran itu,” jelasnya.
Burhanuddin menambahkan pasangan nomor urut 1 dan 3 secara statistik, masih punya peluang yang sama. Meskipun secara absolut Amin lebih besar peluangnya untuk masuk putaran kedua mendampingi Prabowo-Gibran.
“Namun, lagi-lagi satu putaran masih terbuka kemungkinannya tergantung konstelasi yang terjadi satu bulan terakhir,” kata Burhanuddin.
BACA JUGA
Survei Terakhir Indikator: Prabowo-Gibran Unggul Signifikan dari Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud
Survei nasional dengan tema “Dinamika Elektoral di Tingkat Nasional dan 13 Provinsi Kunci” yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia dilakukan pada tanggal 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih dan sudah menikah.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
Kemudian, dilakukan oversample di 13 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Oleh sebab itu, total sampel ada sebanyak 4.560 responden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




