Soal Survei Indikator, Kasad: Kepercayaan Publik ke TNI Tetap Tinggi
Selasa, 10 Februari 2026 | 09:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi hasil Survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan TNI sebagai lembaga dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.
Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI tercatat sebesar 93%, sedikit menurun dibandingkan survei pada November 2025 yang mencapai 94%. Menanggapi temuan itu, Maruli menilai penurunan tipis tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam dinamika penilaian publik.
“Enggak ada masalah karena orang menilai silakan saja. Memang kemungkinan sekarang itu terkesan sudah mulai duduk di mana, itu pasti berpengaruh, digoreng-goreng, dan lain sebagainya,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Maruli menegaskan hasil survei tersebut tidak menunjukkan adanya persoalan serius terkait kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.
Survei Indikator mencatat, salah satu faktor yang dikaitkan dengan penurunan tipis kepercayaan publik adalah indikasi meluasnya peran TNI di luar fungsi pertahanan, antara lain dalam program makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta berbagai urusan nonpertahanan lainnya.
Namun, Maruli membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan TNI tidak menempati jabatan pemerintahan di luar koridor yang telah diatur oleh pemerintah. “Saat ini kita enggak pernah karena ada jabatan-jabatan nonpemerintahan,” ujarnya.
Terkait keterlibatan TNI dalam program MBG, Maruli menekankan tidak ada prajurit TNI yang menduduki jabatan struktural aktif dalam program tersebut. “MBG enggak ada,” katanya menegaskan.
Menurut Maruli, TNI tetap fokus menjalankan tugas pokok menjaga pertahanan negara, sembari tetap menghormati berbagai penilaian dan persepsi publik yang berkembang.
Seblumnya, hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi institusi dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Survei yang melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun itu dilakukan pada 15–21 Januari 2026.
"Sebanyak 93% responden menyatakan percaya kepada TNI. Rinciannya, 15% menyatakan sangat percaya dan 78% cukup percaya. Memang ada sedikit penurunan tingkat kepercayaan terhadap TNI, tetapi angkanya masih berada di atas 90%,” ujar Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Di bawah TNI, presiden menempati posisi kedua sebagai lembaga yang paling dipercaya publik. Selanjutnya disusul Kejaksaan Agung, Mahkamah Konstitusi, lembaga peradilan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berada di posisi terbawah dalam daftar tingkat kepercayaan publik.
“Penurunan tingkat kepercayaan terhadap TNI kemungkinan dipengaruhi oleh persepsi publik terkait keterlibatan institusi tersebut di luar fungsi pertahanan,” kata Burhanuddin.
Ia mencontohkan adanya indikasi peran TNI dalam sejumlah program nonpertahanan, seperti MBG dan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, semakin luas keterlibatan TNI dalam urusan sipil, hal itu dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
Terkait hal itu, ia menyarankan agar TNI melakukan evaluasi agar tidak terlalu jauh masuk ke ranah sipil. Survei ini menggunakan metode wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sekitar 2,9%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




