ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Koalisi atau Oposisi, Begini Jawaban PKB dan PKS

Sabtu, 16 Maret 2024 | 01:02 WIB
CS
JS
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: JAS
Calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu Tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 14 November 2023.
Calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu Tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 14 November 2023. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam Koalisi Perubahan buka suara soal sikap politik antara koalisi dan oposisi pemerintahan setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sekretaris Jenderal PKB, Hasanudin Wahid, menyebut bahwa partainya akan segera mengumumkan sikap resmi dalam waktu dekat. Namun, lanjutnya, baik koalisi maupun oposisi sama-sama merupakan sikap politik yang terhormat. 

"Oposisi atau tidak. Itu semuanya mulia dan terhormat. Yang pertama itu komitmennya itu untuk NKRI. Apa yang terbaik untuk bangsa ini pasti nanti PKB akan putuskan pada saatnya kita oposisi atau tidak," kata Hasanudin di Nasdem Tower, Jumat (15/3/2024).

"Ya pasti itu posisi atau tidak itu untuk NKRI apa? Untuk rakyat itu apa? Yang lebih masuk akal untuk bangsa ini apa? Itu yang akan kita putuskan. Jadi sabar saja dulu. Tunggu saja," terangnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengaku partainya memiliki jam terbang untuk beroposisi atau pun berkoalisi. Ia menegaskan sikap politik PKS nantinya akan ditentukan melalui majelis syuro partai.

"Kalau watak dan karakter PKS selalu keputusan itu di Majelis Syuro. Nanti keputusannya mau ke mana, arahnya mau ke mana, dan sebagainya kita lihat maslahatnya" tutur Habib.

Meski demikian, PKS memberikan sinyal untuk tetap menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan. Soal sikap Koalisi Perubahan, PKS, PKB, dan Nasdem sendiri berkomitmen untuk terus mempertahankan koalisi menuju Pilkada 2024.

"Kalau satu negara tidak ada oposisi, enggak malu apa kita di mata dunia ini. Negara apa enggak ada yang check and balance, enggak ada yang kontrol?" imbuh Habib.

Diketahui, Koalisi Perubahan yang terdiri dari PKB, PKS, dan Nasdem mengusung pasangan calon (paslon) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. Saat ini, Anies-Muhaimin sendiri masih duduk di posisi kedua dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasangan Amin itu tertinggal dari paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang konsisten di sekitar angka 58%. Adapun partai pengusung Prabowo-Gibran, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Prima.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon