Tanpa Campur Tangan Ma’ruf, Tidak Ada Bank Syariah
Rabu, 15 Agustus 2018 | 19:05 WIB
Jakarta – Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menjadikan sektor ekonomi sebagai isu utama dalam kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mereka menilai pemerintahan Joko Widodo tidak bisa membangun sektor ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa kehadiran bakal calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin bisa memperkuat pembangunan ekonomi pemerintahan Jokowi. Pasalnya, Ma’ruf juga merupakan ahli ekonomi khususnya membangun ekonomi rakyat kecil. "Kiai Ma’ruf adalah ahli ekonomi bahkan ekonomi untuk rakyat kecil, ekonomi kaum lemah," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini di Jakarta, Rabu (15/8).
Cak Imin menilai Ma’ruf tidak saja terkenal dalam pemikiran ekonomi, tetapi juga pada tahapan implementasi. Salah satu contohnya, membangun koperasi dan perbankan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) baik melalui non-bank (NO) maupun melalui reksa dana. "Kalau ekonomi kiai Ma’ruf jauh lebih dulu, tanpa campur tangan Ma’ruf, tidak pernah ada bank syariah, seperti Bank Mandiri Syariah, Bank Mega Syariah," tandas dia.
Dalam proses kampanye nanti, Cak Imin menegaskan kubu Jokowi-Ma’ruf tidak hanya berupaya menandangi isu ekonomi yang diangkat kubu Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma’ruf, langsung dengan langkah konkret termasuk membentengi ekonomi nasional Indonesia dari penguasaan asing. "Langkah konkret adalah membentengi strategi ekonomi nasional kita dengan penguatan ekonomi, pelaku ekonomi kita yang dilakukan kiai Said (Said Aqil Siroj), yang dilakukan NU (Nahdlatul Ulama), kiai Ma’ruf , itu semua benteng-benteng terhadap penguasaan ekonomi asing," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




