ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sejarah Pilkada di Jawa Barat, Dipilih DPRD hingga Pemilihan Langsung

Rabu, 10 Juli 2024 | 18:04 WIB
H
AP
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (Antara/Novrian Arbi)

Jakarta, Beritasatu.com - Pilkada (pemilihan kepala daerah) di Jawa Barat memiliki sejarah panjang yang mencerminkan dinamika politik di provinsi tersebut. Pada masa orde baru, kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat. Proses pemilihan ini sering kali tidak demokratis dan didominasi oleh partai yang berkuasa saat itu.

Setelah runtuhnya orde baru, Indonesia memasuki era reformasi. Pada periode 1998-2004, pemilihan kepala daerah masih dilakukan oleh DPRD, tetapi dengan pengawasan yang lebih ketat dan partisipasi politik yang lebih terbuka. 

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah mulai dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pilkada. Ini merupakan perubahan besar yang meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses politik.

ADVERTISEMENT

Pilkada Pertama di Jawa Barat
Pilkada langsung pertama di Jawa Barat dilaksanakan pada tahun 2008. Pada pemilihan ini, Ahmad Heryawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpilih sebagai gubernur Jawa Barat. 

Ahmad Heryawan kembali terpilih untuk periode kedua pada Pilkada 2013, dengan tingkat partisipasi pemilih yang cukup tinggi, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap proses demokrasi. 

Pada Pilkada 2018, Ridwan Kamil, seorang arsitek dan wali kota Bandung, terpilih sebagai gubernur Jawa Barat. Pilkada ini menunjukkan perubahan preferensi pemilih yang lebih memilih calon dengan latar belakang profesional.

Tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada di Jawa Barat bervariasi. Beberapa daerah menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi, sementara daerah lain masih rendah. Berbagai isu politik dan sosial, seperti korupsi, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat, sering menjadi topik utama dalam kampanye pilkada. 

Pilkada di Jawa Barat juga sering menjadi ajang bagi partai-partai politik untuk membentuk koalisi strategis guna memenangkan pemilihan.

Sejarah pilkada di Jawa Barat mencerminkan perjalanan panjang dari era sentralisasi orde baru menuju era demokrasi langsung. Proses ini terus berkembang, dengan tantangan dan dinamika yang selalu berubah sesuai dengan konteks sosial dan politik yang ada.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

NASIONAL
Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

NASIONAL
KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

NASIONAL
Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

NASIONAL
Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

NASIONAL
Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon