ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sosok Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala yang Maju Pilkada Sumatera Utara 2024

Jumat, 20 September 2024 | 18:26 WIB
RA
TE
Penulis: Rafly Hadiwinata Arnen | Editor: TCE
Pasangan Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Pasangan Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 29 Agustus 2024. (Beritasatu.com/Panji Satrio)

Jakarta, Beritasatu.com - Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala resmi mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2024.

Keduanya telah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara di hari ketiga pendaftaran, pada Kamis (29/8/2024).

Edy Rahmayadi adalah mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Sedangkan Hasan Basri Sagala merupakan tenaga ahli menteri agama. Pasangan Edy-Hasan diusung oleh enam partai politik, di antaranya PDIP, Hanura, PKN, Partai Ummat, Partai Buruh, dan Partai Gelora. Dari partai pengusungnya hanya PDIP dan Hanura saja yang memiliki kursi di DPRD Sumatera Utara (Sumut).

ADVERTISEMENT

Pasangan ini telah mengantongi 26 kursi dari total 100 kursi di DPRD Provinsi Sumut periode 2024-2029. Jika berdasarkan perolehan suara sah, pasangan Edy-Hasan didukung oleh 1.820.883 dari 7.351.389 suara sah pada Pileg 2024.

Dengan jumlah kursi dan perolehan suara sah yang dimiliki, pasangan ini telah memenuhi syarat minimal 20 kursi dan paling sedikit 7,5% dari total perolehan suara sah.

Pasangan Edy-Hasan nantinya akan menghadapi pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus, yakni Bobby Nasution dan Surya. Kedua pasangan akan saling bersaing untuk memenangkan hati masyarakat Sumut.

Lantas, siapakah sosok Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala? Berikut ini profil dan perjalanan kariernya.

Profil Edy Rahmayadi 
Edy Rahmayadi merupakan pria kelahiran Sabang, Aceh pada 10 Maret 1961. Ia adalah putra dari pasangan Kapten Rahman Ishaq dan Ngadisah Kandar.

Edi mengawali pendidikan dasar di SD Slako A Madiun. Kemudian melanjutkan ke pendidikan menengah di SMP Angkasa Medan dan SMA Negeri 1 Medan. Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Sumatera Utara (Uinsu).

Kemudian, setelah lulus dari Uinsu, Edy melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan lulus pada 1985. Setelah itu, dia menjalankan tugas di posisi pertamanya sebagai komandan bataliyon di jajaran Kopassus TNI Angkatan Darat.

Edy pernah menduduki sejumlah jabatan militer hingga kariernya dalam dunia militer perlahan terus mengalami peningkatan. Sampai pada 2015, Edy ditugaskan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) menggantikan TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD.

Selain berpengalaman di dunia militer, Edy juga memiliki pengalaman di dunia sepakbola. Ia pernah menjadi pembina tim PSMS Medan yang berhasil membawa klub tersebut menjuarai Piala Presiden dan menyelesaikan permasalahan internal.

Kemudian, Edy pernah terpilih sebagai ketua umum PSSI untuk periode 2016-2020 dengan memperoleh suara sebanyak 76 suara dalam Kongres PSSI pada 10 November 2016.

Setelah itu, Edy memutuskan untuk pensiun dari militer pada 2018 dan memilih terjun ke politik. Ia berhasil memenangkan Pilgub Sumatera Utara 2018 dan dilantik sebagai gubernur. Lalu pada 20 Januari 2019, Pria berusia 63 tahun ini menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua PSSI.

Profil Hasan Basri Sagala
Hasan Basri Sagala, akrab disapa Hasan, lahir di Kota Pinang, Sumatera Utara pada 10 Juni 1997. Ia adalah putra dari Abdul Roni Sagala dan Fatimah Harahap.

Hasan menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Pinang dan melanjutkan studi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) untuk gelar S-1, kemudian meraih gelar S-2 di Universitas Indonesia.

Saat ini, Hasan menjabat sebagai tenaga ahli Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di mana dia aktif memberikan saran dan masukan untuk kebijakan kementerian. Selain itu, dia juga menjadi komisaris independen di PT Victoria Alife Indonesia.

Di bidang organisasi, Hasan memiliki peran penting dalam berbagai lembaga. Ia menjabat sebagai kepala satuan koordinasi nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor), dan ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).

Sebelumnya, dia juga pernah menjadi sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan wakil ketua umum Jaringan Bisnis Muslim Indonesia (JBMI) pusat.

Dalam dunia politik, Hasan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari PDIP untuk daerah pemilihan Sumut 2 pada Pileg 2024, tetapi mengalami kekalahan dari ketua PDIP Sumut di dapil yang sama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

NASIONAL
Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

NASIONAL
KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

NASIONAL
Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

NASIONAL
Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

NASIONAL
Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon