Demi Kemajuan Sepak Bola Indonesia, PSSI Harus Pangkas Satu Generasi
Kamis, 26 Januari 2023 | 11:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menilai bahwa kepengurusan PSSI harus dipangkas satu generasi demi kemajuan sepak bola Tanah Air.
Menurutnya, kepengurusan yang sudah "usang" merupakan masalah utama di tubuh PSSI. Dia pun berharap, Kongres PSSI pada 16 Februari 2023 nanti bisa melahirkan pengurus PSSI yang memiliki kapasitas untuk membenahi sepak bola Indonesia.
"Hanya, masalahnya sepak bola kita tidak akan berubah kalau misalnya kabinet dari wakil ketua umum sebanyak dua orang, dan 12 komite eksekutif PSSI yang akan terpilih nanti, orangnya masih itu-itu saja. Karena itu, perlu potong satu generasi PSSI," ujar Akmal kepada B-Universe, Rabu (25/1/2023).
"PSSI harus dipegang oleh pengurus baru, orang-orang baru yang punya visi, benar-benar ingin membenahi sepak bola Indonesia, membenahi ekosistemnya, membenahi SDM-nya, membenahi pembinaan usia mudanya, membenahi kompetisinya dan membenahi tim nasionalnya," tuturnya.
Apabila berbicara soal calon ketua umum PSSI, Akmal melihat sosok La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir merupakan kandidat terkuat di banding tiga nama lainnya. Pasalnya, kedua nama tersebut sama-sama memiliki kekuatan politik dan kekuatan finansial.
La Nyalla sendiri merupakan Ketua DPD RI, sementara Erick menjabat sebagai Menteri BUMN. Selain itu, mereka sama-sama punya pengalaman di bidang sepak bola.
Akan tetapi, Akmal menegaskan, siapa pun yang menjadi ketua umum PSSI nanti, maju atau tidak sepak bola nasional tentu juga akan dipengaruhi oleh struktur kepengurusan.
"Tapi, apakah keduanya akan mampu membenahi sepak bola? Itu pasti akan menjadi tanda tanya besar. Kenapa tanda tanya besar? Faktanya sejauh ini sepak bola Indonesia sudah diurus banyak tentara, bahkan terakhir polisi," kata Akmal.
"Semua tidak bisa dibenahi dengan tuntas. Kenapa? Karena akar masalahnya tidak pernah diangkat dari tanahnya. Nah, inilah yang menjadi PR terbesar dari ketua umum PSSI ke depan," koordinator Save Our Soccer itu.
Polemik di PSSI sendiri tak kunjung usai. Pada era kepemimpinan Mochamad Iriawan, persoalan mafia sepak bola, isu match fixing, masalah perangkat pertandingan masih menjadi mimpi buruk PSSI. Tak hanya itu, pengamanan stadion bahkan kini amat menyita perhatian PSSI usai Tragedi Kanjuruhan.
Oleh karena itu, kata Akmal, ketua umum PSSI terpilih nanti harus berani melakukan reformasi dan perubahan total terhadap tata kelola sepak bola Indonesia.
Jika tidak demikian, Akmal menyebut, masalah sepak bola nasional akan kembali muncul dan masalah serupa dapat terulang lagi.
"Nah karena itu, baik Pak La Nyalla maupun Pak Erick Thohir harus berani menyatakan bahwa bukan cuma janji memerangi mafia bola. Tapi, janji untuk potong satu generasi pengurus PSSI itu yang pertama," tegas Akmal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




