Jadi Pencetak Gol Tertua di Timnas Italia, Ini Komentar Quagliarella

Rabu, 27 Maret 2019 | 07:40 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Striker Timnas Italia, Fabio Quagliarella.
Striker Timnas Italia, Fabio Quagliarella. (AFP PHOTO)

Parma, Beritasatu.com - Fabio Quagliarella berterima kasih kepada rekan-rekannya di Timnas Italia yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya mengeksekusi penalti bersejarah. Dia juga menyatakan standing ovation yang diterimanya dalam laga ini akan menjadi kenangan tak terlupakan sepanjang hayat.

Dalam pertandingan yang digelar Selasa (26/3/2019) atau Rabu dini hari WIB, Fabio Qualiarella, masih menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol. Prestasi ini membuatnya tercatat sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah Timnas Italia yakni dalam usia 36 tahun 54 hari.

Pelatih Roberto Mancini memanggil Qualiarella ke dalam squad-nya setelah striker Sampdoria ini melesakkan 21 gol di Serie A musim ini. Jumlah tersebut membuatnya bertengger di urutan teratas daftar pencetak gol kompetisi elite sepakbola Italia tersebut, dibuntuti Cristiano Ronaldo dengan 19 gol.

Qualiarella mencetak gol pertamanya malam itu di pada menit ke-35 dari titik penalti menyusul handball yang dilakukan Nicolas Hasler. Pemain dengan ini mendapat kartu kuning akibat perbuatannya. Qualiarella menambah perbendaharaan golnya dalam laga di Stadion Ennio Tardini tersebut di pengujung babak pertama. Wasit Kirill Levnikov (Rusia) menunjuk titik putih setelah Daniel Kaufmann juga melakukan handball

Tiga gol lainnya dilesakkan Stefano Sensi, Moise Kean, dan Stefano Sensi. Tiga poin di Tardini mengantar Italia bertengger di puncak klasemen Grup J.

"Ini malam yang indah dengan dua gol. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim karena mereka juga nyaris membuat saya mencetak gol ketiga pada babak kedua. Mereka semua ingin membantu saya mencetak gol dan ini luar biasa," ujar Quagliarella kepada Rai Sport.

"Saya juga ingin berterima kasih kepada fan atas standing ovation yang akan menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidup saya. Saya sudah lama tak pernah lagi membela timnas jadi kembali ke sini dan bisa menolong tim tentu saya merasa luar biasa," kata pemain yang pernah membela Juventus ini.

"Saya berterima kasih kepada Jorginho dan Leonardo Bonucci, karena mereka yang mendesak saya untuk mengambilnya (penalti). Padahal mereka yang biasanya menjadi eksekutor penalti," ungkap Quagliarella.

"Setelah penalti pertama, kami mendapat penalti kedua. Saya merasa salah satu dari mereka yang akan mengeksekusinya. Namun mereka mempersilakan saya untuk kembali menjadi penendang penalti. Mereka katakan, ini malam saya dan saya harus menikmatinya," papar Quagliarella yang juga pernah membela Napoli dan Udinese ini.

"Saya berusia 36 tahun namun saya tak merasakannya. Saya senang dan kondisi fisik saya bagus. Saya berlatih dengan baik dan Sampdoria tetap mempercayai saya. Saya berterima kasih kepada Roberto Mancini, yang mengamati saya sepanjang musim ini dan memberi saya kesempatan ini," paparnya lagi.

"Kami orang Italia. kami butuh bertanding dengan cara seperti ini. Kami di puncak klasemen dan berisikan pemain muda yang terus berkembang," kata Quagliarella yang kini telah 27 kali membela Timnas Italia dan mengoleksi sembilan gol.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon