Wajah Baru Dinilai Bakal Sulit Bersaing di Kongres PSSI
Jumat, 1 November 2019 | 15:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kongres Pemilihan PSSI akan mulai digelar Sabtu (2/11) besok. Jelang kongres dimulai sudah ramai cerita bergulir soal calon ketua umum PSSI yang menjadi agenda penting. Salah satunya cerita salah satu calon ketua umum PSSI, Vijaya Fitriyasa yang mengaku bersedia memberikan dukungannya kepada Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. Namun, Vijaya bersedia mendukung Iriawan jika mantan kapolda Metro Jaya itu bersedia mendepak orang-orang lama di organisasi olahraga terbesar dan terpopuler itu.
Menanggapi hal ini, pengamat sepakbola Tommy Welly menilai syarat yang diajukan Vijaya bukanlah perkara mudah. Apalagi Vijaya dinilai Towel -panggilan Tommy Welly adalah sosok baru di PSSI.
"Sebagus apa pun Vijaya, dengan ekosistem sepakbola yang seperti sekarang akan sangat sulit bagi siapa pun yang kategori wajah baru di pentas PSSI saat memasuki arena pertarungan Kongres PSSI itu sendiri," kata Towel di Jakarta, Sabtu (1/11/2019).
Menurut Towel, hal utama yang terpenting adalah bagaimana calon bisa diterima pemilik suara (voters). "Mayoritas karakter voters yang masih berpikir dengan pola pikir lama, misalnya wani piro dan lain sebagainya," kata Tommy.
Dengan status sebagai orang muda dan baru maka Towel menilai Vijaya akan berada diposisi yang serba tanggung antara membuat perubahan atau ikut terseret arus.
Towel juga mengkritisi anggapan sebagian orang yang banyak memuji Vijaya telah melakukan sesuatu bagi sepakbola Indonesia setelah membeli Persis Solo. Menurutnya, tentu saja Vijaya membeli Persis Solo dengan tujuan agar bisa menjadi stakeholder sepakbola Indonesia.
"Tapi harap diingat ya, aksi Vijaya membeli Persis Solo itu masih menyisakan masalah perihal keabsahan pembelian dan bukan berarti dengan menjadi owner persis solo otomatis Vijaya bisa jadi Ketum PSSI. Hal itu justru melemahkan upaya kampanyenya yang mengusung perubahan di tubuh PSSI sebab akuisisi persis menjadi catatan buruk baginya. Ingat ya, catatan besar mengenai Kongres besok ini adalah pertarungan tentang perubahan versus status quo. Aspirasi publik bola tentu ingin perubahan di tubuh PSSI," kata Towel mengingatkan.
Soal Iriawan, menurut Tommy, ia adalah sosok baru di sepakbola, tapi tidak langsung bisa diklaim bakal reformis. Kabar santer tentang pencalonan Iriawan ini didukung oleh kubu exco lama yang dipimpin ketua kelasnya Iwan Budianto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




